Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - ZURICH. Christine Lagarde, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), dikabarkan menjadi kandidat untuk memimpin World Economic Forum (WEF) mulai 2027.
Kabar tersebut dilaporkan surat kabar Swiss NZZ pada Minggu (23/8/2026), mengutip sumber yang mengetahui pembahasan dalam rapat dewan WEF yang berlangsung pekan ini di dekat Jenewa.
Dalam rapat tersebut, Lagarde disebut sebagai putative candidate atau kandidat potensial untuk menggantikan kepemimpinan WEF. Ia juga dikabarkan menyatakan kesiapannya untuk menjalankan posisi tersebut.
Baca Juga: Christine Lagarde Berpeluang Pimpin World Economic Forum pada 2027
"Saya siap untuk mengabdi," demikian pernyataan Lagarde seperti dikutip NZZ.
Lagarde telah menjadi anggota dewan WEF selama beberapa periode. Menurut NZZ, ia juga menyampaikan terima kasih kepada 28 anggota dewan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
WEF saat ini dipimpin bersama oleh Wakil Ketua Roche André Hoffmann dan CEO BlackRock Larry Fink. Keduanya mengawal masa transisi kepemimpinan organisasi tersebut setelah pendirinya, Klaus Schwab, mengundurkan diri tahun lalu.
Dalam rapat dewan tersebut, Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam disebut menyatakan bahwa proses suksesi Fink dan Hoffmann seharusnya diselesaikan secara internal karena sejumlah kandidat yang dinilai sesuai telah tersedia.
Namun, dewan WEF belum menentukan secara pasti kapan Lagarde akan mengambil alih posisi tersebut. Kesepakatan yang tercapai sejauh ini adalah Fink dan Hoffmann tetap memimpin pertemuan tahunan WEF di Davos pada Januari 2027.
Kabar mengenai kemungkinan Lagarde memimpin WEF muncul di tengah masa jabatan keduanya sebagai kepala ECB. Masa jabatan delapan tahunnya sebagai Presiden ECB akan berakhir pada akhir Oktober 2027.
Baca Juga: CEO World Economic Forum (WEF) Mundur Usai Hubungan dengan Jeffrey Epstein Disorot
Sebelumnya, Lagarde menyatakan dirinya bertekad menyelesaikan masa jabatan di ECB. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul spekulasi bahwa ia akan meninggalkan ECB lebih awal untuk memimpin WEF.
Hingga berita ini ditulis, WEF belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters terkait laporan tersebut.














