kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Citra Satelit: China Tampung Kapal yang Terkait Transfer Senjata Korea Utara-Rusia


Jumat, 26 April 2024 / 08:43 WIB
ILUSTRASI. Menurut citra satelit, China menyediakan tempat berlabuh untuk kapal Rusia yang terlibat dalam transfer senjata Korea Utara ke Rusia.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kementerian Luar Negeri China juga mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi mengenai masalah tersebut.

Amerika Serikat dan puluhan negara lain pada awal tahun ini mengatakan bahwa pengiriman senjata Korea Utara ke Rusia “secara terang-terangan” melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Joseph Byrne, peneliti di RUSI, mengatakan pemerintah China harus mengetahui bahwa kapal yang disetujui AS itu berlabuh di galangan kapalnya.

“Jika mereka membiarkan (Angara) berlayar keluar dari pelabuhan tanpa pemeriksaan dan baru diperbaiki, maka hal itu menunjukkan China kemungkinan tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap kapal-kapal Rusia tersebut,” kata Byrne.

Washington telah berulang kali meminta China untuk tidak membantu upaya perang Moskow sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, yang terjadi hanya beberapa minggu setelah Rusia dan China mendeklarasikan “kemitraan tanpa batas.”

Blinken pekan lalu mengkritik dukungan China terhadap industri pertahanan Rusia, dengan mengatakan bahwa Beijing saat ini merupakan kontributor utama perang Moskow di Ukraina melalui penyediaan komponen penting untuk persenjataan.

Baca Juga: Kim Jong Un Sebut Sekarang Waktunya untuk Bersiap Perang

Kementerian Luar Negeri Rusia, dan Galangan Kapal Zhoushan Xinya tidak menanggapi permintaan komentar mengenai Angara.

Situs web perusahaan menyatakan bahwa kliennya berasal dari seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Serikat dan memiliki “kerja sama strategis” dengan perusahaan pelayaran global, termasuk Maersk dan Evergreen Marine Corp Taiwan, serta kemitraan dengan perusahaan teknologi Eropa.

Baik Rusia dan Korea Utara telah berulang kali menepis kritik atas dugaan pengiriman senjata tersebut. Moskow mengatakan pihaknya akan mengembangkan hubungan dengan negara mana pun yang diinginkannya dan bahwa kerja samanya dengan Pyongyang tidak bertentangan perjanjian internasional.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×