kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Clinton: AS tidak akan mengintervensi Syiria seperti Libia


Senin, 28 Maret 2011 / 06:49 WIB
ILUSTRASI. Lucas Vazquez pemain sayap Real Madrid yang akan pindah ke Liga Primer Inggris


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, AS tidak akan turut campur dalam konflik internal di Syiria seperti yang dilakukan di Libia. "Tidak," demikian ungkap Clinton ketika dimintai pendapat mengenai konflik Libia.

Seperti yang diketahui, pasukan bersenjata Presiden Bashar Al-Assad mengalami bentrok dengan para demonstran di beberapa kota, kemarin. Padahal sebelumnya, Al-Assad sudah berjanji akan menerapkan kebebasan dan menaikkan upah karyawan. Namun, janji itu tidak mampu meredam gejolak di seantero negeri.

Menurut Clinton, beberapa elemen yang membuat AS setuju untuk melakukan intervensi di Libia adalah pelanggaran pakta international, adanya permintaan Liga Arab untuk melakukan intervensi, dan resolusi PBB. Namun dia memastikan, hal itu tidak akan terjadi di Syiria. Salah satu sebabnya, anggota kongres AS dari dua partai percaya kalau Al-Assad merupakan seorang reformis.

"Kejadian yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir sangat memprihatinkan. Namun ada perbedaan antara mengerahkan pasukan udara dan mengebom kota Anda sendiri seperti yang dilakukan Muammar Kaddafi dengan tindakan polisi untuk meredam anarkis," jelasnya.

Menurut Clinton, situasi yang terjadi saat ini sangat unik. Daftar negara yang tengah bergejolak saat ini meliputi Yaman, Yordania, Mesir, Libia, Maroko, Syiria, dan Bahrain.




TERBARU

[X]
×