kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,02   -4,93   -0.52%
  • EMAS937.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.11%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Covid-19 akibat Omicron menyebar ke 40 negara, tapi tidak perlu takut, kenapa?


Senin, 06 Desember 2021 / 13:34 WIB
Covid-19 akibat Omicron menyebar ke 40 negara, tapi tidak perlu takut, kenapa?
ILUSTRASI. Covid-19 akibat Omicron menyebar ke 40 negara, tapi tidak perlu takut, kenapa?

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus Covid-19 akibat virus corona varian baru Omicron terus menyebar ke banyak negara. Masyarakat harus tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, tapi tidak perlu takut. Kenapa Covid-19 akibat virus corona varian Omicron tidak perlu ditakuti?

Hingga Minggu (5/12/2021), kasus Covid-19 akibat varian Omicron telah diidentifikasi di 40 negara. Padahal, kasus Covid-19 akibat virus corona varian Omicron pada awal Desember 2021 baru menyebar di 25 negara.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jumlah penyebaran kasus Covid-19 akibat virus corona varian Omicron akan terus bertambah. Jumlah negara yang terjangkit kasus Covid-19 akibat virus corona varian Omicron diperkirakan juga akan terus bertambah.

Namun, masyarakat tidak perlu takut terhadap Covid-19 akibat virus corona varian Omicron. Pasalnya, sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan karena virus corona Omicron.

Meski demikian, masyarakat tidak boleh meremehkan Covid-19 akibat virus corona varian Omicron. Masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

WHO telah mengatakan, perlu waktu beberapa minggu untuk lebih memahami varian Omicron. Ini termasuk mengetahui seberapa menular Omicron, apakah menyebabkan penyakit lebih parah, dan seberapa efektif vaksin untuk melawannya. Salah satu yang ditemukan peneliti Afrika Selatan belum lama ini, varian Omicron tiga kali lebih mungkin menginfeksi ulang penyintas Covid-19 dibanding varian Delta dan Beta.

Kendati demikian, ada temuan lain yang melegakan. Pada Jumat (3/12/2021), WHO mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan terkait varian Omicron.

Baca Juga: Peneliti menyebut virus corona varian Omicron cenderung memicu gejala ringan

Namun di sisi lain, WHO mengatakan munculnya Omicron dapat menyebabkan kenaikan lebih dari setengah kasus Covid-19 di Eropa dalam beberapa bulan ke depan. Menurut kepala Palang Merah Francesco Rocca, munculnya Omicron adalah bukti nyata dari bahaya tingkat vaksinasi global yang tidak merata.

"Komunitas ilmiah sudah memperingatkan munculnya varian baru di kawasan dengan tingkat vaksinasi sangat rendah. Sulit dipercaya, kita masih belum menyadari bahwa kita saling berhubungan. Inilah mengapa saya menyebut varian Omicron sebagai bukti pamungkas, bukti nyata,"kata Rocca dikutip dari The Guardian, Sabtu (4/12/2021).

Dilansir dari Aljazeera, Jumat (3/12/2021), Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mendesak semua orang untuk tidak panik atas munculnya varian Omicron. Dia berkata, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah vaksin Covid-19 harus dimodifikasi untuk melawan varian Omicron. Sebaliknya, respons yang tepat saat ini adalah selalu bersiap, berhati-hati, dan tidak panik dalam menghadapi Omicron.

"Seharusnya seberapa khawatir kita? Kita harus siap dan hati-hati, jangan panik. karena situasi saat ini berbeda dengan tahun lalu," ungkap Swaminathan dalam konferensi pers.

Swaminathan mengatakan, munculnya virus corona Omicron memang tidak diharapkan tapi saat ini dunia sudah jauh lebih siap menghadapinya mengingat sudah cukup banyak yang diketahui tentang virus corona SARS-CoV-2 dan kita punya vaksin.

Sementara itu, direktur kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan dunia saat ini memiliki vaksin yang sangat efektif melawan Covid-19. "Dan fokus kita harus pada mendistribusikan vaksin secara lebih luas," ungkap Mike Ryan dikutip dari BBC News, Sabtu (4/12/2021). Negara-negara di seluruh dunia telah mengumumkan larangan perjalanan terhadap negara-negara Afrika selatan setelah deteksi pertama Omicron.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Varian Omicron di 40 Negara, Tak Ada Kematian yang Dilaporkan",


Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

 

 

Selanjutnya: Aung San Suu Kyi dijebloskan ke penjara selama 4 tahun




TERBARU
Kontan Academy
Bongkar Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing #TanpaIklan, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Supply Chain Management on Distribution Planning Batch 5

[X]
×