kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.015   30,00   0,17%
  • IDX 5.926   -60,41   -1,01%
  • KOMPAS100 772   -9,34   -1,20%
  • LQ45 589   -6,21   -1,04%
  • ISSI 204   -1,99   -0,96%
  • IDX30 333   -3,21   -0,95%
  • IDXHIDIV20 412   -3,59   -0,86%
  • IDX80 88   -1,05   -1,18%
  • IDXV30 111   -1,29   -1,14%
  • IDXQ30 108   -0,88   -0,81%

Covid-19 Mengamuk, China Catat Kasus Harian Tertinggi Selama Pandemi


Rabu, 06 April 2022 / 12:42 WIB
ILUSTRASI. Warga berbaris untuk tes asam nukleat di sebuah area pemukiman, saat tahap kedua penguncian untuk membatasi penyebaran Covid-19 di Shanghai, China, Senin (4/4/2022). REUTERS/Aly Song.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China melaporkan lebih dari 20.000 kasus Covid-19 pada Rabu (6/4), angka harian tertinggi sejak awal pandemi, dengan Shanghai sebagai jantung dari lonjakan infeksi meskipun sedang lockdown.

Strategi "nol-COVID" China pun berada di bawah tekanan besar ketika kasus melonjak.

Hingga Maret lalu, China berhasil menjaga kasus harian tetap rendah dengan kebijakan penguncian lokal yang cepat, pengujian massal, dan pembatasan ketat pada perjalanan internasional.

Tetapi, angka kasus telah mencapai ribuan per hari dalam beberapa pekan terakhir, dengan para pejabat mengatakan, mereka telah mendeteksi mutasi varian Omicron yang sangat menular di dekat Shanghai.

Baca Juga: Muncul Varian Baru Omicron yang Lebih Menular, Ini Ciri-Ciri Gejala XE

China mencatat 20.472 kasus Covid-19 pada Rabu, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Channel News Asia. Tapi, tidak ada kematian baru akibat virus corona.

Angka tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi, bahkan selama puncak wabah awal yang berpusat di Wuhan. Namun, sebagian besar kasus saat ini tidak menunjukkan gejala.

Shanghai, kota terbesar di China, menyumbang lebih dari 80% kasus Covid-19 nasional, menurut pejabat Shanghai pada Rabu (6/4). Kota metropolitan berpenduduk 25 juta itu mengunci warganya secara bertahap minggu lalu, yang memicu panic buying.

Seorang pejabat tinggi Shanghai telah mengakui, pusat keuangan itu "tidak cukup siap" untuk menghadapi wabah Covid-19.




TERBARU

[X]
×