kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,44   -4,02   -0.51%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Daftar 10 negara masuk jurang resesi ekonomi akibat pandemi corona


Kamis, 13 Agustus 2020 / 15:32 WIB
Daftar 10 negara masuk jurang resesi ekonomi akibat pandemi corona
ILUSTRASI. Daftar 10 negara masuk jurang resesi ekonomi akibat pandemi corona. REUTERS/Peter Nicholls


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Pandemi virus corona merontokkan perekonomian global. Sejumlah negara pun sudah jatuh ke jurang resesi karena setidaknya dua kuartal berturut pertumbuhan ekonominya minus.

10 negara tercatat masuk ke jurang resesi. Berikut daftar negara yang mengalami resesi ekonomi:

Baca juga: Tupperware promo Agustus 2020 khusus tempat snack dan jajanan, diskon mulai 29%

1. Inggris

Inggris adalah negara terbaru yang tercatat mengalami resesi ekonomi. Mengutip The Guardian, Rabu (12/8/2020), Inggris mengalami resesi terparah sepanjang sejarah perekonomiannya. Badan Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tahun 2020 minus 20,4 persen.

Sebelumnya, Inggris mengalami pertumbuhan ekonomi minus 2,2 persen pada kuartal I tahun 2020. Dengan demikian, Inggris jatuh ke jurang resesi setelah mencatat dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi minus.

Resesi Inggris tidak bisa dilepaskan dari pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret lalu dan kebijakan lockdown. Kondisi perekonomian Inggris yang terpuruk itu menambah panjang daftar negara-negara yang mengalami resesi di masa pandemi Covid-19.

2. Amerika Serikat (AS)

Amerika Serikat telah memasuki jurang resesi di masa pandemi virus corona. Pada kuartal II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan minus 32,9 persen. Padahal pada kuartal I tahun 2020 perekonomian AS sudah minus 5 persen.

Konstraksi pertumbuhan ekonomi ini terjadi lantara adanya penurunan tajam pada konsumsi rumah tangga, ekspor, produksi, investasi, serta belanja pemerintah lokal maupun negara bagian.




TERBARU

[X]
×