kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dari Diplomasi ke Ancaman: China Babat Jepang dengan Senjata Ekonomi


Selasa, 18 November 2025 / 09:26 WIB
Dari Diplomasi ke Ancaman: China Babat Jepang dengan Senjata Ekonomi
ILUSTRASI. China meningkatkan konfrontasinya dengan Jepang atas komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai Taiwan.


Sumber: South China Morning Post,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Reaksi Taiwan

Melansir South China Morning Post, Taipei, yang biasanya berhati-hati dalam isu sensitif kawasan, kali ini mengambil posisi keras terhadap Beijing.

Menyebut respons Beijing sebagai bentuk “serangan hibrida terhadap Tokyo” dan “tamparan bagi perdamaian serta stabilitas Indo-Pasifik”, pemimpin Taiwan William Lai Ching-te pada Senin mendesak Beijing agar “menahan diri dan menghindari menjadi pembuat onar regional”.

Ia mengatakan bahwa Washington menganggap pernyataan Takaichi berkontribusi pada keamanan regional dan menegaskan bahwa proses politik Jepang harus dihormati.

Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung juga menyatakan bahwa posisi Takaichi sejalan dengan pandangan strategis mendiang PM Jepang Shinzo Abe, yang pernah menegaskan bahwa keamanan Taiwan juga berarti keamanan Jepang.

Tonton: Taiwan Larang Konsumsi Indomie Soto Banjar Lantaran Mengandung Etilen Oksida

Kesimpulan

Konflik diplomatik antara China dan Jepang kini berkembang menjadi potensi perang ekonomi. China menggunakan instrumen tekanan non-militer—pariwisata, perdagangan, dan opini publik—untuk memberi sinyal bahwa komentar Jepang mengenai Taiwan melewati batas toleransi politik Beijing. Risiko bagi pasar dan geopolitik cukup besar: hubungan dagang utama Asia bisa terganggu, sentimen anti-Jepang di China dapat meningkat, dan sektor pariwisata serta manufaktur Jepang mungkin terdampak paling cepat. Situasi ini juga menunjukkan bahwa Taiwan semakin menjadi garis pemisah strategis dalam kompetisi geopolitik Asia.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×