kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Darurat corona di Jepang membuat kota-kota besar jadi sunyi


Rabu, 08 April 2020 / 21:19 WIB
Darurat corona di Jepang membuat kota-kota besar jadi sunyi
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di Jepang. Darurat corona di Jepang membuat kota-kota besar jadi sunyi senyap. REUTERS/Issei Kato TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Tokyo dan beberapa kota besar lainnya di Jepang tampak sangat tenang pada hari Rabu dengan banyak toko tutup dan lebih sedikit orang di jalan.

Kejadian ini terjadi sehari setelah keadaan darurat diumumkan karena pandemi virus corona kian menyebar di Jepang.

Baca Juga: Melihat kehidupan Wuhan di China Tengah setelah gembok lockdown terbuka

Seperti dilansir South China Morning Post, selain dari supermarket, toko bahan kimia dan lain-lain yang menyediakan layanan kritis, banyak bisnis di Tokyo, Osaka dan lima prefektur lainnya ditutup.

Termasuk department store besar, bioskop, arena bowling dan toko-toko di dalam gedung stasiun. Namun, bagian department store yang menjual makanan terus beroperasi.

Kereta api dan bus masih beroperasi meskipun jumlah penumpang jauh lebih rendah dari biasanya. “Pada pagi yang biasa, lalu lintas sangat sibuk di sini, tetapi saya merasa ada lebih sedikit penumpang hari ini,” kata seorang eksekutif perusahaan berusia 59 tahun di depan Stasiun JR Yurakucho di pusat Tokyo.

"Ada karyawan yang bekerja dari rumah, tetapi ada tugas yang memaksa saya untuk datang ke kantor, seperti berurusan dengan beberapa dokumen yang perlu ditandatangani," ungkap dia.

Baca Juga: Nyaris 70% dari kasus corona terbaru di China muncul tanpa gejala

Banyak toko di pusat perbelanjaan utama di daerah Sugamo Tokyo, yang populer di kalangan orang tua, memasang pemberitahuan penutupan di pintu mereka.

“Toko yang bisaanya dipenuhi antrian juga tutup, ini menyedihkan. Aku harap ini berakhir dengan cepat sehingga kita bisa keluar dengan bahagia," kata Yoshiko Takahashi, penghuni kawasan tersebut.



TERBARU

[X]
×