CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

De la Fuente: Kekompakan Jadi Kunci Spanyol Juara Dunia 2026


Senin, 20 Juli 2026 / 08:25 WIB
De la Fuente: Kekompakan Jadi Kunci Spanyol Juara Dunia 2026
ILUSTRASI. Piala Dunia - Timnas Spanyol (REUTERS/Hannah McKay)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menyebut semangat kebersamaan menjadi kunci keberhasilan timnya menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final, Minggu (19/7/2026).

Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol sekaligus mengukuhkan La Roja sebagai salah satu kekuatan dominan sepak bola dunia saat ini.

Baca Juga: Warga China Rela Keluar Rp 3 Jutaan demi Merasakan Simulasi Topan

De la Fuente yang berusia 65 tahun juga mencatat sejarah sebagai pelatih tertua yang membawa sebuah tim menjuarai Piala Dunia. Sebelumnya, ia sukses mengantar Spanyol meraih gelar Euro 2024.

Kemenangan atas Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan di semua ajang, yang merupakan rekor bagi tim nasional dari kawasan Eropa maupun Amerika Selatan.

"Dulu orang terkejut jika pesepak bola bukan hanya berbakat dan hebat, tetapi juga pribadi yang baik. Kami adalah tim yang paling kompak dan itu berkat para pemain yang memiliki solidaritas dan nilai-nilai yang kuat," kata De la Fuente kepada wartawan.

Baca Juga: Hanya Sedikit Kapal Tanker Masuk Selat Hormuz untuk Memuat Minyak

Spanyol memastikan kemenangan lewat gol pemain pengganti Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

Menurut De la Fuente, gol tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan tim tidak bergantung pada satu pemain saja, melainkan pada kekuatan kolektif.

"Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka tumbuh dengan filosofi tersebut, tetap setia padanya, menyempurnakannya, dan menjadi teladan sebagai sebuah tim sekaligus keluarga. Mereka adalah pemain kelas dunia dengan talenta luar biasa," ujarnya.

Pelatih asal Spanyol itu mengaku emosional setelah timnya berhasil meraih seluruh gelar bergengsi bersama generasi pemain saat ini.

"Saya sangat terharu. Ketika melihat kembali perjalanan mereka, kami telah memenangkan segalanya, benar-benar segalanya bersama generasi pemain ini," katanya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Individu Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol Dominan

Pertahanan Kokoh

Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan satu gol. Namun, mereka kesulitan membongkar pertahanan Argentina pada laga final.

Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua.

Meski unggul jumlah pemain, Spanyol baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-115 melalui Ferran Torres.

Baca Juga: Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Kunci Golden Boot, Messi Gagal Mengejar

Belum Putuskan Masa Depan

Saat ditanya apakah akan tetap menangani Spanyol hingga Piala Dunia 2030, De la Fuente mengatakan belum ingin terburu-buru mengambil keputusan.

"Kami berada di posisi yang kami inginkan dan beruntung memiliki para pemain ini. Kami tidak terburu-buru. Sekarang saatnya menikmati momen bersejarah ini. Mungkin nanti kami mulai memikirkan pertandingan pada September, tetapi kami akan menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan," ujarnya.

Sementara itu, Ferran Torres mengatakan gol penentu kemenangan tersebut merupakan milik seluruh rakyat Spanyol.

"Itu adalah gol dari 47 juta warga Spanyol. Bukan hanya milik saya atau 26 pemain di tim ini. Gol itu memang sudah ditakdirkan menjadi gol kemenangan," kata Torres.

Ia juga mengakui menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi di laga final bukan perkara mudah.

"Setiap final selalu sulit. Saat menghadapi Messi, tentu ada sedikit rasa gugup. Tetapi kami bermain lebih baik," tutup Torres.




TERBARU

[X]
×