CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Warga China Rela Keluar Rp 3 Jutaan demi Merasakan Simulasi Topan


Senin, 20 Juli 2026 / 08:17 WIB
Diperbarui Senin, 20 Juli 2026 / 08:22 WIB
Warga China Rela Keluar Rp 3 Jutaan demi Merasakan Simulasi Topan
ILUSTRASI. Topan Maysak di China (via REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Semakin seringnya cuaca ekstrem melanda China membuat sebagian warga memilih cara tak biasa untuk mempersiapkan diri.

Mereka rela membayar agar bisa merasakan langsung simulasi diterjang angin topan dan banjir bandang demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Baca Juga: Hanya Sedikit Kapal Tanker Masuk Selat Hormuz untuk Memuat Minyak

Salah satunya adalah Huang Zhen (34), pemilik sebuah kafe di Hangzhou, China timur. Pekan lalu, ia menutup usahanya selama sehari untuk mengikuti pelatihan di Lvxing Disaster Simulation Training Center, pusat simulasi bencana yang menawarkan pengalaman menghadapi topan dan banjir secara realistis.

Dengan biaya 1.599 yuan atau sekitar US$ 235 per hari, peserta akan menghadapi terpaan angin kencang dan hujan deras layaknya berada di tengah topan. Meski demikian, mereka tetap dilengkapi pakaian selam, helm, serta didampingi instruktur keselamatan.

Pusat pelatihan tersebut mengklaim sebagai yang pertama di dunia yang menyediakan simulasi topan. Fasilitasnya mampu menghasilkan angin hingga 165 kilometer per jam disertai hujan lebat.

Baca Juga: Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Individu Piala Dunia 2026: Timnas Spanyol Dominan

Selain simulasi topan, pusat itu juga memiliki area banjir bandang yang mengalirkan sekitar 900 ton air untuk meniru luapan air dari pegunungan.

Ada pula simulasi banjir perkotaan dengan 400 ton air, di mana peserta harus berjalan menerobos genangan setinggi paha hingga bahu.

"Dalam dua tahun terakhir, cuaca menjadi semakin sulit diprediksi. Kesempatan seperti ini membuat kami lebih memahami seperti apa bencana di berbagai tingkat keparahan dan meningkatkan kesadaran untuk bersiap menghadapi bencana," kata Huang.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim membuat China semakin rentan terhadap cuaca ekstrem yang merusak.

Risiko tersebut diperkirakan meningkat tahun ini seiring munculnya fenomena El Niño, yang dapat mendorong kenaikan suhu sekaligus memicu topan yang lebih kuat.

Pusat Iklim Nasional China memperkirakan akan terbentuk hingga enam topan di kawasan Pasifik Barat Laut dan Laut China Selatan sepanjang Juli. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding rata-rata bulanan yang hanya sekitar 3,8 topan.

Baca Juga: Rekor Bersejarah Spanyol! 38 Laga Tanpa Kekalahan Hingga Juara Piala Dunia 2026

Salah satu topan yang telah terjadi adalah Topan Bavi, yang memicu banjir besar dan memaksa jutaan warga China mengungsi.

"Topan Bavi baru saja terjadi beberapa hari lalu. Itu membuat kami sadar bahwa ancaman topan jauh lebih besar daripada yang kami bayangkan," ujar Wu Zijian (44), pekerja lepas asal Shanghai yang datang ke Hangzhou untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Sejak dibuka pada Mei 2025, lebih dari 160.000 orang telah mengikuti pelatihan di pusat simulasi tersebut.

Instruktur utama pusat pelatihan, Wang Kuanghan, mengatakan pihaknya berencana membuka lima pusat pelatihan serupa di berbagai wilayah China dalam tiga tahun ke depan.

Fasilitas baru itu nantinya juga akan menyediakan simulasi bencana alam lain, seperti kebakaran dan gempa bumi.

Baca Juga: Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Kunci Golden Boot, Messi Gagal Mengejar

Meski demikian, Wang menegaskan bahwa cara paling efektif untuk selamat saat topan tetap sederhana.

"Kalau ditanya keterampilan bertahan hidup yang paling penting saat topan, jawabannya adalah jangan keluar rumah. Tetap berada di dalam rumah dan pastikan Anda aman," ujarnya.


Tag


TERBARU

[X]
×