kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Demi bertahan dari tekanan virus corona, perusahaan media di China PHK 500 pekerja


Selasa, 11 Februari 2020 / 10:22 WIB
Demi bertahan dari tekanan virus corona, perusahaan media di China PHK 500 pekerja
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perusahaan media China, Xinchao Media telah memecat 500 orang atau lebih dari 10% dari tenaga kerjanya sebagai langkah untuk bertahan dari dampak wabah virus corona.

Mengutip Reuters, Selasa (11/2), langkah itu dilakukan ketika Presiden China Xi Jinping mengatakan pemerintah akan mencegah PHK besar-besaran karena wabah virus yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di China dan menginfeksi lebih dari 40.000 orang.

Baca Juga: Update Virus Corona: Terjangkit 42.763, meninggal 1.013,sembuh 3.946 (11/2-06.43 WIB)

Banyak perusahaan yang bisnisnya terganggu setelah pemerintah setempat memperpanjang liburan tahun baru Imlek dan mendesak calon pelanggan untuk tinggal di rumah demi mencegah penyebaran virus.

Xinchao Media, yang menempatkan iklan di lift mengumumkan pemangkasan pekerjaannya dalam sebuah postingan di akun resmi WeChat pada Senin (10/2), yang memuat transkrip pidato internal CEO Zhang Jixue.

Dia mengatakan, perusahaan itu masih memiliki kas hampir CNY 1 miliar, tetapi memperkirakan bahwa kas itu hanya mampu bertahan selama enam bulan hingga tujuh bulan jika mereka tak memiliki pendapatan.

"Saya membawa tim untuk mengalahkan wabah SARS pada tahun 2003, dan mengatasi gempa Sinchuan tahun 2008, tetapi saya takut kalah dari virus corona tahun 2020, karena jalan-jalan sepi dan dengan demikian tidak ada konsumen," katanya, seperti dikutip Reuters, merujuk pada dua krisis nasional lain yang pernah dihadapi China di masa lalu.

"Untuk mengatasi epidemi ini, Anda haris menginjak rem, menghentikan arus kas, mengurangi biaya untuk memastikan kelangsungan hidup.. bos China, mereka saat ini menjadi kelompok yang tidak berdaya dan kurang beruntung. Meskipun biasanya kuat, mereka juga berhadap mereka bisa mendapat pengertian dan perhatian."

Baca Juga: WHO: Percikan virus corona bisa menjadi api yang lebih besar

Dia mengatakan perusahaan akan menyisakan sekitar 4.000 karyawan, dan sekitar setengah dari pekerja yang diberhentikan diminta untuk berhenti bekerja juga karena kinerja yang buruk.

Manajemen senior akan dipotong gajinya sebesar 20% selama periode itu, melepaskan bonus kinerja dan telah berjanji untuk menjaga biaya hidup bulanannya di bawah CNY 500 yuan, imbuh CEO.




TERBARU

Close [X]
×