kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Demi pasukan AS tetap di Korea Selatan, Seoul setuju mengerek anggaran


Rabu, 10 Maret 2021 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat berkibar bersebelahan di Yongin, Korea Selatan, 23 Agustus 2016.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan setuju untuk menaikkan pembayaran untuk penempatan pasukan AS di negeri ginseng sebesar 13,9% pada 2021 dibanding 2019, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada Rabu (10 Maret).

Berdasarkan kesepakatan yang akan berlangsung hingga 2025 itu, Seoul akan membayar 1,183 triliun won (US$ 1,03 miliar) pada 2021, naik dari 1,038 triliun won pada 2019, kenaikan dua digit pertama sejak 2002. 

Dana tersebut untuk membiayai penempatan 28.500 personel Pasukan AS-Korea (USFK).

Menutup negosiasi yang melelahkan selama satu setengah tahun, Seoul dan Washington mencapai kesepakatan yang disebut Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) pada Minggu (7/2).

Baca Juga: Amerika: Korea Utara tetap menjadi ancaman kami yang paling mendesak

Kunci utama perdamaian

Pembahasan kesepakatan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa kebuntuan yang berkepanjangan akan merusak fokus mereka dalam melawan ancaman keamanan Korea Utara dan tantangan bersama lainnya.

"Perjanjian tersebut menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk menegaskan kembali pentingnya aliansi Korea Selatan-AS yang solid sebagai kunci utama untuk perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

"Dan, kebutuhan untuk penempatan yang stabil di USFK," ujar Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam siaran pers, seperti dikutip Yonhap.

"Dengan menangani masalah aliansi kunci yang tertunda sejak awal setelah pembentukan Pemerintahan Joe Biden, Korea Selatan dan AS menunjukkan kekuatan aliansi yang kuat," tambahnya.

Baca Juga: Imbas pandemi, Korea Selatan dan AS mulai latihan gabungan skala kecil




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×