kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Demi pasukan AS tetap di Korea Selatan, Seoul setuju mengerek anggaran


Rabu, 10 Maret 2021 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat berkibar bersebelahan di Yongin, Korea Selatan, 23 Agustus 2016.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan setuju untuk menaikkan pembayaran untuk penempatan pasukan AS di negeri ginseng sebesar 13,9% pada 2021 dibanding 2019, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada Rabu (10 Maret).

Berdasarkan kesepakatan yang akan berlangsung hingga 2025 itu, Seoul akan membayar 1,183 triliun won (US$ 1,03 miliar) pada 2021, naik dari 1,038 triliun won pada 2019, kenaikan dua digit pertama sejak 2002. 

Dana tersebut untuk membiayai penempatan 28.500 personel Pasukan AS-Korea (USFK).

Menutup negosiasi yang melelahkan selama satu setengah tahun, Seoul dan Washington mencapai kesepakatan yang disebut Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) pada Minggu (7/2).

Baca Juga: Amerika: Korea Utara tetap menjadi ancaman kami yang paling mendesak

Kunci utama perdamaian

Pembahasan kesepakatan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa kebuntuan yang berkepanjangan akan merusak fokus mereka dalam melawan ancaman keamanan Korea Utara dan tantangan bersama lainnya.

"Perjanjian tersebut menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk menegaskan kembali pentingnya aliansi Korea Selatan-AS yang solid sebagai kunci utama untuk perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut," kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

"Dan, kebutuhan untuk penempatan yang stabil di USFK," ujar Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam siaran pers, seperti dikutip Yonhap.

"Dengan menangani masalah aliansi kunci yang tertunda sejak awal setelah pembentukan Pemerintahan Joe Biden, Korea Selatan dan AS menunjukkan kekuatan aliansi yang kuat," tambahnya.

Baca Juga: Imbas pandemi, Korea Selatan dan AS mulai latihan gabungan skala kecil




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×