kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Denmark berencana menjual lusinan jet tempur F-16 yang memasuki masa kadaluarsa


Jumat, 12 November 2021 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Turki.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International dan Oxfam Ibis telah menyuarakan keprihatinan mengenai rencana penjualan jet tempur tersebut. Mereka meminta Denmark untuk memastikan jet tidak jatuh ke tangan yang salah untuk menghindari kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia.

"Pesawat tempur adalah senjata ampuh yang dapat digunakan di tangan yang salah untuk menyerang sasaran sipil. Kami telah melihat ini sebelumnya di Suriah dan Yaman, antara lain," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Denmark Dan Hindsgaul kepada Danish Radio, seperti dikutip Sputnik News.

Lebih lanjut, Hindsgaul mengingatkan bahwa risiko terburuk bagi Denmark jika menemukan pembeli yang salah adalah bisa dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional.

Armada F-16 milik Denmark saat ini sedang dalam pengerahan terakhir mereka. Sejak September, mereka telah berbasis di Pangkalan Udara Siauliai di Lithuania, di mana mereka melakukan pengawasan udara di atas Negara Baltik.

Jet-jet tersebut sebelumnya juga pernah menimbulkan masalah karena biaya perawatan yang berlebihan hingga tingkat kebisingannya yang sangat tinggi.

Selanjutnya: Gagal dapatkan F-35, Turki kini merayu AS untuk bisa dapatkan F-16




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×