Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps menegaskan timnya tidak pernah kehilangan keyakinan untuk lolos ke semifinal Piala Dunia meski Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti dan sejumlah peluang emas terbuang pada babak pertama saat menghadapi Maroko, Kamis (9/7/2026).
Prancis akhirnya menang 2-0 atas Maroko melalui gol Mbappe dan Ousmane Dembele, sekaligus mengamankan tiket ke semifinal untuk menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia.
Baca Juga: Bos Divisi AGI Deployment OpenAI Fidji Simo Mundur dari Jabatan Penuh Waktu
Mbappe gagal membawa Prancis unggul lebih dulu setelah tendangan penaltinya pada menit ke-28 berhasil digagalkan kiper Maroko Yassine Bounou.
Meski demikian, Les Bleus terus menekan sepanjang pertandingan. Menjelang turun minum, Prancis nyaris mencetak gol melalui tendangan jarak jauh Lucas Digne yang membentur mistar gawang.
Alih-alih kehilangan kepercayaan diri, Prancis tetap sabar membangun serangan dan terus mencari celah melalui Mbappe, Michael Olise, Desire Doue, maupun Ousmane Dembele.
"Kami memang kurang efektif. Penalti kami gagal, ada beberapa peluang yang terbuang pada babak pertama, tetapi tidak pernah ada keraguan, terutama dari Kylian," kata Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan.
"Kami melakukan semua hal dengan benar untuk menekan mereka. Kami membuat mereka terus berlari dan akhirnya mereka kelelahan," ujarnya.
Baca Juga: Khamenei Dimakamkan di Mashhad, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Belum Tampil ke Publik
Di bawah kepemimpinan Deschamps sejak 2012, Prancis kini berhasil mencapai semifinal atau lebih baik di lima dari tujuh turnamen besar, yakni Piala Dunia atau Piala Eropa.
Satu-satunya kegagalan terjadi pada Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021.
Menurut Deschamps, kualitas para pemain menjadi faktor utama keberhasilan timnya.
"Memiliki pemain-pemain berkualitas adalah hal yang mendasar. Keberhasilan seorang pelatih datang dari para pemainnya, meskipun mungkin saya juga melakukan beberapa hal dengan benar," katanya.
Ia juga memuji kontribusi pemain-pemain pelapis, termasuk Warren Zaire-Emery yang tampil impresif meski baru mendapat kesempatan bermain di turnamen ini.
"Ini juga merupakan sebuah perjalanan yang sangat manusiawi. Saya memilih mereka dan menikmati bekerja bersama mereka setiap hari," ujar Deschamps.
Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Belgia: Rekor Nirbobol La Roja Jadi Ancaman Belgia
Prancis kini berpeluang mencatat sejarah dengan mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022.
Meski demikian, Deschamps menegaskan skuadnya tidak ingin terlena oleh status sebagai salah satu favorit juara.
"Pada 2018 tidak banyak yang memperkirakan kami akan sukses. Pada 2022 kami datang sebagai juara bertahan, dan biasanya juara bertahan tersingkir lebih awal. Kali ini semua orang sudah menjagokan kami sejak awal turnamen," katanya.
"Namun para pemain sudah terbiasa menghadapi tekanan seperti ini. Saat ini kami hanya fokus pada pertandingan semifinal tanggal 14 Juli, dan itu sudah menjadi target kami sekarang," tutup Deschamps.














