kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.092   -38,00   -0,21%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Khamenei Dimakamkan di Mashhad, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Belum Tampil ke Publik


Jumat, 10 Juli 2026 / 07:31 WIB
Khamenei Dimakamkan di Mashhad, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Belum Tampil ke Publik
ILUSTRASI. Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Jumat (10/7/2026), menurut media pemerintah Iran.

Prosesi pemakaman berlangsung di tengah memanasnya kembali konflik dengan Amerika Serikat, sementara penerusnya, Mojtaba Khamenei, masih belum muncul di hadapan publik.

Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Belgia: Rekor Nirbobol La Roja Jadi Ancaman Belgia

Pemakaman di kota suci di timur laut Iran itu mengakhiri rangkaian prosesi berkabung, pawai, dan upacara penghormatan yang berlangsung selama sepekan.

Prosesi tersebut bertepatan dengan kembali meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah gencatan senjata yang sempat berlangsung beberapa pekan.

Menurut skenario yang dilaporkan Reuters, Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, hari pertama perang yang kemudian berlangsung selama empat bulan. Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada bulan lalu.

Jenazah Khamenei diarak menggunakan truk melewati jalan-jalan utama Kota Mashhad menuju kompleks Makam Imam Reza.

Ribuan pelayat berpakaian hitam memadati sepanjang rute sambil membawa bendera Iran, foto Khamenei, dan spanduk bernuansa revolusi.

Pemerintah Iran mendorong masyarakat menghadiri prosesi pemakaman secara besar-besaran sebagai bentuk solidaritas nasional sekaligus menunjukkan kekuatan negara di tengah konflik yang masih berlangsung.

Baca Juga: Harga Grosir Jepang Melonjak 7,1%, Lonjakan Biaya Energi Picu Tekanan Inflasi

Mojtaba Khamenei belum muncul

Hingga kini, keberadaan Mojtaba Khamenei yang telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran oleh Majelis Ulama pada awal Maret masih menjadi tanda tanya bagi publik.

Ia belum pernah tampil di depan umum sejak perang dimulai. Sejauh ini, hanya pernyataan tertulis yang disampaikan atas namanya tanpa disertai foto, rekaman video, maupun suara.

Sejumlah sumber senior di Teheran menyebut Mojtaba mengalami luka serius dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Wajahnya dilaporkan mengalami cedera berat dan beberapa anggota tubuhnya terluka.

Sumber tersebut mengatakan kondisi Mojtaba terus membaik, tetapi belum cukup pulih untuk tampil di hadapan publik.

Aparat keamanan Iran juga disebut membatasi kemunculannya sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Permintaan Global Kendaraan Listrik Naik 4 Bulan Beruntun, Eropa Jadi Penopang Utama

Seruan balas dendam terhadap AS

Dalam prosesi pemakaman di Mashhad, ribuan pelayat meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan menyerukan balas dendam atas kematian Khamenei.

Sebagian peserta membawa poster bertuliskan "Kill Trump" serta meneriakkan slogan yang menuntut pembalasan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menjelang malam, halaman kompleks Makam Imam Reza dipenuhi para pelayat yang meneriakkan slogan "Mati untuk Amerika" diiringi lantunan doa dan musik duka yang diperdengarkan melalui pengeras suara.

Helikopter kemudian mengangkut peti jenazah Khamenei dari truk menuju area utama kompleks makam karena padatnya kerumunan pelayat.

Putra sulung Khamenei, Mostafa Khamenei, memimpin salat jenazah sebelum peti yang dibalut bendera Iran dibawa memasuki kompleks makam oleh para pelayat.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa pemakaman Khamenei dan empat anggota keluarganya yang juga tewas dalam serangan tersebut telah selesai dilaksanakan.

Sebelum dimakamkan di Mashhad, jenazah Khamenei sempat dibawa berkeliling ke Teheran, Kota Qom, serta kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS di Kawasan Teluk, Ketegangan Kembali Memanas

Iran menghadapi tantangan baru

Pemakaman Khamenei berlangsung pada periode yang dinilai krusial bagi Iran setelah berakhirnya hampir empat dekade kepemimpinannya sejak 1989.

Di bawah kepemimpinannya, kewenangan politik, militer, dan ekonomi semakin terpusat di lembaga Pemimpin Tertinggi, dengan dukungan kuat dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang kini dinilai menjadi kekuatan paling dominan dalam pengambilan keputusan strategis negara.

Meski analis menilai Iran mampu mempertahankan pengaruh strategisnya, termasuk atas Selat Hormuz, perang berkepanjangan telah meninggalkan kerusakan yang luas dan memperburuk tantangan ekonomi di dalam negeri.

Mojtaba Khamenei disebut memperoleh dukungan penuh dari Garda Revolusi dalam proses penunjukannya sebagai pemimpin baru Iran.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×