Di Inggris, tak mau pakai masker bisa kena denda hingga Rp 61 juta!

Kamis, 20 Agustus 2020 | 12:06 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Di Inggris, tak mau pakai masker bisa kena denda hingga Rp 61 juta!

ILUSTRASI. Warga berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional, saat kota dan daerah sekeliling menghadapi larangan lokal sebagai upaya menghindari 'lockdown' secara lokal yang diberlakukan di wilayah tersebut, di tengah penyebaran penyakit virus ko


KONTAN.CO.ID - LONDON. Bagi warga di Inggris, menolak untuk mengenakan masker bisa menjadi hal yang sangat merugikan. Sebab, dendanya sekarang bisa mencapai US$ 4.189 atau setara dengan Rp 61 juta (kurs Rp 14.700).

Melansir Fortune, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, Inggris dapat melanjutkan pelonggaran aturan penguncian di mana teater, kasino dan salon kecantikan diizinkan untuk beroperasi kembali. Akan tetapi, dia memperingatkan akan ada hukuman yang lebih berat bagi orang-orang yang melanggar batasan jarak sosial.

Pemerintah Inggris berusaha menyeimbangkan keinginannya untuk memulai kembali ekonomi dengan risiko gelombang baru infeksi virus corona. Beberapa bagian dari Inggris utara tetap berada di bawah pembatasan lokal yang lebih ketat setelah wabah.

Baca Juga: WHO cemaskan soal nasioalisme vaksin, apa itu?

Dalam rencana yang diumumkan pekan lalu, pemerintah mengatakan bahwa mulai 15 Agustus:

- Tempat pertunjukan dalam ruangan bisa dibuka kembali

- Resepsi pernikahan dapat berlangsung dengan undangan maksimal 30 tamu dan makan duduk

- Pusat bermain dalam ruangan, arena bowling, arena skating, dan kasino dapat dibuka

- Salon kecantikan, salon tato, spa, dan tukang cukur dapat menawarkan layanan "kontak dekat"

Baca Juga: Mengenal Ad5-nCoV, vaksin Covid-19 pertama China

Selain itu, acara olahraga juga mulai diperbolehkan untuk mendatangkan penonton, yang dimulai dengan Kejuaraan Snooker Dunia.

Tetapi untuk menegakkan aturan jarak sosial, denda karena tidak mengenakan masker akan dilipatgandakan jika melakukan kesalahan berulang dari yang sebelumnya 100 pound (US$ 130), kini hingga maksimum 3.200 pound (US$ 4.189). 

Denda baru juga akan diberlakukan bagi warga yang mengadakan atau memfasilitasi pertemuan lebih dari 30 orang.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru