kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Singapura Akan Tindak Warga yang Bertempur di Luar Negeri untuk Tujuan Asing


Senin, 23 Februari 2026 / 22:57 WIB
Singapura Akan Tindak Warga yang Bertempur di Luar Negeri untuk Tujuan Asing
ILUSTRASI. Singapura (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Singapura akan mengambil tindakan terhadap setiap warga negaranya yang terlibat pertempuran di luar negeri demi tujuan atau konflik asing.

Melansir Channelnewsasia Senin (23/2/2026), pernyataan itu disampaikan K. Shanmugam yang menjabat Menteri Dalam Negeri dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan bersama Masjid Khadijah dan Religious Rehabilitation Group (RRG).

Ia menekankan bahwa keharmonisan ras dan agama merupakan fondasi utama yang menjaga Singapura tetap damai di tengah ketegangan global.

Baca Juga: Strategy Tambah 592 Bitcoin Senilai US$40 Juta, Catat Pembelian ke-100 Sejak 2020

“Kita hidup di masa penuh tekanan politik dan ekonomi di berbagai belahan dunia, yang memicu konflik dan perang. Di tengah semua itu, kita tetap menjadi oasis kecil yang damai,” ujarnya.

Dilarang Bertempur untuk Pihak Asing

Shanmugam menegaskan bahwa hukum Singapura tidak mengizinkan warganya pergi ke luar negeri untuk berperang, baik untuk negara lain maupun organisasi seperti Islamic State (ISIS).

“Mereka tidak diizinkan pergi dan bertempur di luar negeri, apakah untuk negara tertentu, organisasi seperti ISIS, atau dalam konflik di Ukraina, Rusia, atau Gaza untuk pihak mana pun. Itu bertentangan dengan hukum kami dan tindakan akan diambil,” katanya.

Baca Juga: 25 Anggota Garda Nasional Meksiko Tewas Usai Penangkapan Bos Kartel “El Mencho”

Ia menambahkan, jika individu tersebut berada di Singapura, maka Internal Security Department (ISD) dapat melakukan penahanan, dan langkah tersebut pernah dilakukan sebelumnya.

Pernyataan ini muncul setelah Kementerian Dalam Negeri pada 19 Februari menyatakan pihaknya mengetahui laporan media asing yang menyebut dua warga Singapura ikut bertempur bersama Israel Defense Forces (IDF) dalam konflik Gaza.

Namun, kementerian menegaskan belum memiliki informasi yang terverifikasi mengenai hal tersebut.

Peran Pemimpin Agama dan Komunitas

Dalam pidatonya, Shanmugam juga menyoroti pentingnya peran pemimpin agama dan komunitas dalam menjaga persatuan lintas keyakinan.

“Orang-orang mendengarkan ketika para pemimpin menjangkau lintas agama, berbicara tentang persatuan dan welas asih, serta melayani mereka yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif AS Dorong Emas Sentuh Level Tertinggi Sejak Januari

Ia menilai kepemimpinan seperti itu sangat penting di era digital, ketika banyak anak muda mencari identitas dan rasa memiliki.

Shanmugam mencontohkan kasus seorang pelajar berusia 14 tahun yang teradikalisasi secara daring dan bercita-cita pergi ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS.

Remaja tersebut merupakan anak ketiga berusia 14 tahun dalam dua tahun terakhir yang ditangani berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri karena aktivitas terkait terorisme.

Upaya Rehabilitasi dan Harmoni Sosial

Shanmugam memuji kontribusi RRG dalam merehabilitasi individu yang terpapar ideologi ekstremis, melalui pendekatan “memenangkan hati dan pikiran”.

Menurutnya, pesan harmoni antaragama dan saling menghormati menjadi inti dari upaya rehabilitasi serta pencegahan radikalisasi.

Baca Juga: AS Putuskan Tarif Panel Surya dari India, Indonesia & Laos

Inisiatif seperti Majulah Gallery dan pendekatan digital RRG membantu menyediakan narasi tandingan yang kredibel dan mudah diakses.

“Kontribusi yang konsisten dan berkelanjutan ini memperkuat harmoni antaragama di tingkat akar rumput, serta menciptakan kondisi agar rehabilitasi dan reintegrasi dapat berhasil secara bermakna,” katanya.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, pemerintah Singapura menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas domestik dengan menegakkan hukum secara tegas sekaligus memperkuat kohesi sosial.

Selanjutnya: Gudang SRG di Pidie Aceh Tampung 2.300 Ton Beras Bulog untuk Februari-Maret 2026

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×