Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Departemen Perdagangan Amerika Seriat (AS) akan mengumumkan keputusan awal terkait kemungkinan pengenaan bea anti-subsidi terhadap impor sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos pada Senin (23/2/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari perkara dagang yang diajukan oleh kelompok industri manufaktur surya domestik AS. Otoritas diperkirakan akan mengeluarkan keputusan final pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah
Keputusan awal tersebut akan menentukan apakah perusahaan yang beroperasi di ketiga negara menerima subsidi pemerintah yang dinilai merugikan produsen Amerika karena membuat harga produk impor lebih kompetitif secara tidak adil.
Selain bea anti-subsidi (countervailing duties), Departemen Perdagangan AS juga dijadwalkan mengumumkan keputusan terpisah bulan depan terkait dugaan praktik dumping yakni penjualan produk di bawah biaya produksi ke pasar AS.
Gugatan Industri Surya AS
Perkara ini diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang anggotanya mencakup Hanwha Qcells asal Korea Selatan serta First Solar yang berbasis di Arizona.
Koalisi tersebut berupaya melindungi investasi miliaran dolar dalam pembangunan pabrik panel surya di Amerika Serikat.
Dalam petisi yang diajukan pada Juli lalu, mereka menuduh perusahaan-perusahaan China memindahkan produksi dari negara-negara yang telah dikenai tarif AS ke Indonesia dan Laos untuk menghindari bea masuk.
Baca Juga: Trump Kembali Serang Mahkamah Agung AS, Siapkan Opsi Tarif dan Lisensi Baru
Selain itu, produsen yang berkantor pusat di India juga dituduh melakukan dumping dengan menjual produk murah di pasar AS.
Sebelumnya, kelompok ini berhasil mendorong pengenaan tarif terhadap impor panel surya dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.
Keputusan awal ini berpotensi berdampak pada arus perdagangan panel surya global, termasuk ekspor Indonesia ke pasar AS, di tengah meningkatnya ketegangan dagang dan kebijakan proteksionisme energi bersih.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)