kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.209   159,00   0,88%
  • IDX 5.390   -205,10   -3,67%
  • KOMPAS100 709   -27,29   -3,71%
  • LQ45 537   -21,04   -3,77%
  • ISSI 187   -8,00   -4,11%
  • IDX30 304   -12,43   -3,93%
  • IDXHIDIV20 377   -15,12   -3,86%
  • IDX80 81   -3,08   -3,68%
  • IDXV30 104   -2,65   -2,49%
  • IDXQ30 98   -4,69   -4,59%

Ekonomi Jepang Melambat di Kuartal I-2026 Akibat Merosotnya Belanja Modal Perusahaan


Senin, 08 Juni 2026 / 07:25 WIB
Ekonomi Jepang Melambat di Kuartal I-2026 Akibat Merosotnya Belanja Modal Perusahaan
ILUSTRASI. Forex - Yen Jepang, Dolar AS, Pound (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan ekonomi Jepang dilaporkan kehilangan momentum pada kuartal Januari-Maret (Kuartal I) 2026 dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Berdasarkan revisi data Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) yang dirilis oleh Kantor Kabinet pada hari Senin (8/6/2026) yang dilansir Reuters, perlambatan ini dipicu oleh lesunya belanja modal perusahaan, serta bayang-bayang risiko dari konflik bersenjata di Timur Tengah.

Baca Juga: Regulasi Modal Diperketat, Investor China Serbu Hong Kong Amankan Aset US$54 Miliar

Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tumbuh sebesar 1,8% secara tahunan (annualized) pada kuartal pertama.

Angka ini mengalami penurunan (revisi turun) jika dibandingkan dengan perkiraan awal (preliminary) yang berada di level 2,1%.

Meski melambat, capaian ini masih berada di atas ekspektasi moderat para ekonom yang memprediksi pertumbuhan di angka 1,3%.

Tanpa disetahunkan (non-annualized), PDB Jepang tercatat tumbuh 0,5%, sedikit lebih baik dari perkiraan konsensus pasar sebesar 0,3% dan sama dengan data awal yang dirilis sebelumnya.

Baca Juga: Saling Serang Israel-Iran Meletus, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari US$2

Kontras Antara Konsumsi Domestik dan Belanja Modal

Laporan kuartalan ini menyoroti adanya ketimpangan antara daya beli masyarakat dan investasi sektor korporasi:

Konsumsi Sektor Swasta: Komponen yang menyumbang lebih dari separuh total perekonomian Jepang ini tumbuh positif sebesar 0,3%, sesuai dengan estimasi awal.

  • Belanja Modal Perusahaan (Capital Expenditure): Sektor ini justru menyusut 0,7% pada kuartal pertama. Angka ini direvisi turun cukup dalam dari perkiraan awal yang sempat diproyeksikan naik 0,3%.
  • Permintaan Eksternal (Ekspor Neto): Berkontribusi menambah 0,3 poin persentase terhadap PDB. Sementara permintaan domestik menyumbang 0,2 poin persentase. Kedua angka ini tidak mengalami perubahan dari rilis data perdana.

Baca Juga: Di Tengah Bayang-Bayang Perang, Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Hantaman Inflasi Akibat Blokade Selat Hormuz

Guna mengantisipasi dampak pembengkakan biaya hidup, pemerintahan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada hari Rabu pekan lalu telah merampungkan draf anggaran belanja tambahan sebesar $19 miliar untuk tahun fiskal ini.

Anggaran darurat tersebut dialokasikan untuk meredam dampak lonjakan biaya energi pada sektor rumah tangga akibat krisis geopolitik di Timur Tengah.

Hubungan Jepang dengan pasar energi global saat ini berada dalam posisi rentan. Serangan militer AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu, yang disusul oleh pemblokiran efektif Selat Hormuz oleh Teheran, telah mengerek harga minyak dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menampung seperlima pasokan minyak dan gas global.

Ketergantungan Jepang yang sangat tinggi terhadap pasokan minyak mentah dari Timur Tengah membuat negara ini berada di garis depan yang paling terdampak.

Meroketnya harga bahan bakar mulai memicu inflasi di dalam negeri, mengikis daya beli masyarakat, serta mempersempit margin keuntungan korporasi.

Risiko penurunan ekonomi yang parah kini mengintai jika gangguan pasokan energi tersebut terus berlanjut.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Israel, Trump Turun Tangan Minta Netanyahu Tahan Diri

Arah Kebijakan Moneter Bank of Japan (BOJ)

Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan akan menggelar rapat kebijakan moneter selama dua hari pada pekan depan.

Sejumlah sumber internal mengungkapkan kepada Reuters bahwa BOJ diperkirakan akan tetap melanjutkan rencana untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.

Langkah pengetatan moneter tersebut akan tetap dieksekusi, kecuali jika terjadi eskalasi konflik militer yang luar biasa di Timur Tengah hingga merontokkan stabilitas pasar keuangan global secara ekstrem.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×