Di Luar Perkiraan, Kasus Harian Covid-19 di Korea Selatan Tembus 600.000

Kamis, 17 Maret 2022 | 12:29 WIB Sumber: Reuters
Di Luar Perkiraan, Kasus Harian Covid-19 di Korea Selatan Tembus 600.000

ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker berjalan di distrik perbelanjaan di tengah pandemi Covid-19 di Seoul, Korea Selatan, 29 November 2021. REUTERS/Heo Ran.


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan mencatat rekor tertinggi baru, dengan 621.328 kasus Covid-19 pada Rabu (16/3), ketika negara yang pernah mengambil pendekatan anti-pandemi agresif ini akan mengakhiri pembatasan.

Melansir Reuters, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) pada Kamis (17/3) mengatakan, varian Omicron yang sangat menular mendorong gelombang rekor kasus Covid-19

Kasus harian jauh lebih tinggi dari yang Pemerintah Korea Selatan perkirakan. Pada Rabu (16/3), Pemerintah Korea Selatan memperkirakan, gelombang akan mencapai puncak dengan kasus harian di pertengahan 400.000. 

Kurang dari sebulan yang lalu, proyeksi puncak gelombang akan datang pada pertengahan Maret dengan 140.000-270.000 kasus harian.

Baca Juga: Waspada! Kasus Mingguan Covid-19 Global Kembali Meningkat

Terlepas dari jumlahnya, Pemerintah Korea Selatan tidak menunjukkan tanda-tanda memikirkan kembali rencana untuk menghapus hampir semua pembatasan kegiatan masyarakat dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Meskipun tidak pernah mengadopsi kebijakan "nol Covid" dan tidak pernah memberlakukan penguncian luas, Korea Selatan pernah menggunakan pelacakan, penelusuran, dan karantina yang agresif untuk mengendalikan kasus baru. 

Analisis Pemerintah Korea Selatan terhadap sekitar 141.000 kasus Omicron di negaranya menunjukkan, tidak ada kematian di antara orang usia di bawah 60 tahun yang telah menerima suntikan vaksin booster.

Alhasil, Son Young-rae, seorang pejabat Kementerian Kesehatan Korea Selatan, mengatakan pada Rabu (16/3), Covid-19 bisa diperlakukan seperti flu musiman.

"Kami melihat ini bisa menjadi krisis besar terakhir dalam respons Covid kami, dan jika kami mengatasi krisis ini, itu akan membawa kami lebih dekat ke kehidupan normal," katanya, seperti dikutip Reuters.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru