Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) mengkritik uji coba rudal anti-satelit yang dilakukan Rusia karena menyebarkan puing-puing di orbit rendah Bumi. Sisa ledakan tersebut dinilai bisa membahayakan kegiatan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga bertahun-tahun berikutnya.
Pada hari Senin (15/11), sebuah rudal anti-satelit ditembakkan oleh Rusia ke salah satu satelitnya sendiri. Uji coba ini menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing orbital dan kemungkinan akan menelurkan ratusan ribu pecahan yang lebih kecil.
Dilansir dari Reuters, awak ISS telah diarahkan untuk berlindung di kapsul pesawat ruang angkasa mereka yang berlabuh selama dua jam setelah tes sebagai tindakan pencegahan untuk memungkinkan pelarian cepat seandainya diperlukan.
Awak ISS saat ini terdiri dari 7 orang, terdiri dari 4 astronot AS, 2 kosmonot Rusia, dan seorang astronot Jerman.
"NASA akan terus memantau puing-puing dalam beberapa hari mendatang dan seterusnya, untuk memastikan keselamatan kru kami orbit," kata kepala NASA, Bill Nelson.
Baca Juga: AS dan Israel sepakat membentuk satuan tugas keamanan siber
Nelson juga mengatakan bahwa puing-puing bisa menjadi ancaman bagi stasiun luar angkasa China yang sedang dibangun dengan tiga anggota awak di dalamnya.
"Tidak bisa dimengerti bagaimana Rusia tidak hanya membahayakan astronot Amerika dan mitra ISS lain, tetapi juga kosmonot mereka sendiri," lanjut Nelson.
Kepala Komando Ruang Angkasa AS, Jenderal James Dickinson, juga mengatakan bahwa Rusia telah sengaja mengabaikan prosedur keamanan, keselamatan, stabilitas, dan keberlangsungan domain ruang angkasa bagi semua negara.
Merespons kekhawatiran tersebut, badan antariksa Rusia, Roscosmos, melalui akun Twitter resminya menjelaskan bahwa uji coba dilakukan di zona aman dan sesuai dengan prosedur.
"Orbit objek, yang memaksa kru hari ini untuk pindah ke pesawat ruang angkasa, telah menjauh dari orbit ISS. Stasiunnya berada di zona hijau," ungkap Roscosmos.
ISS, yang mengorbit 402 km di atas Bumi, selalu berisikan awak sejak November 2000. Laboratorium penelitian itu dioperasikan oleh kemitraan internasional lima badan antariksa dari 15 negara, termasuk Roscosmos Rusia.













