kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Didenda pemerintah China, Alibaba Group rugi Rp 16,7 triliun pada kuartal I 2021


Senin, 17 Mei 2021 / 16:06 WIB
Didenda pemerintah China, Alibaba Group rugi Rp 16,7 triliun pada kuartal I 2021
ILUSTRASI. Didenda pemerintah China, Alibaba Group rugi Rp 16,7 triliun pada kuartal I 2021

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  HANGZHO. Alibaba Group Holding Limited mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 1,16 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun (dengan asumsi kursi Rp 14.300) sepanjang kuartal I tahun 2021 atau kuartal IV tahun fiskal 2021.

Kerugian ini sebagian besar akibat denda anti monopoli yang dikenakan pemerintah China ke perusahaan milik Jack Ma sebesar US$ 2,8 miliar. 

Seandainya tidak ada denda tersebut dan beberapa faktor lain, Alibaba masih mengantongi laba bersih sebesar US$ 4 miliar di tiga bulan pertama tahun ini atau meningkat 18% secara year on year (YoY). Pasalnya, pendapatan perusahaan konglomerasi ini masih tumbuh signifikan hingga 64% YoY menjadi US$ 28,6 miliar. Bahkan tanpa menghitung konsolidasi dari Sun Art yang diakuisisi tahun lalu, pendapatannya masih meningkat 40% YoY ke US$ 24,4 miliar.

Alhasil sepanjang 12 bulan tahun fiskal 2021, Alibaba Group hanya berhasil membukukan laba bersih US$ 21,86 miliar. Total pendapatan perusahaan pada periode tersebut  mencapai US$ 109,408 miliar atau meningkat 41% YoY. 

Baca Juga: Gojek dan Tokopedia resmi merger, simak rencana bisnis Grup GoTo

Pendapatan operasi Alibaba selama tahun fiskal 2021 turun 2% YoY ke US$ 13,68 miliar akibat denda anti monopoli serta peningkatan sebesar RMB 16,054 miliar dalam kompensasi berbasis saham terkait Ant Group yang diberikan kepada karyawan. Jika mengesampingkan dua faktor itu, pendapatan bersih Alibaba seharusnya masih bisa tumbuh 30% YoY menjadi 26,250 miliar.

Jumlah konsumen aktif tahunan untuk Ekosistem Alibaba mencapai tongggak sejarah  baru, yakni 1 miliar konsumen, termasuk 891 juta konsumen dari seluruh marketplace ritel Tiongkok, platform Layanan Konsumen Lokal dan media digital dan hiburan, serta 240 juta konsumen di luar Tiongkok.

Jumlah konsumen aktif tahunan marketplace Alibaba di Tiongkok mencapai 811 juta, meningkat 85 juta dari periode 12 bulan yang berakhir 31 Maret 2020.

Sementara Jumlah konsumen aktif bulanan di mobile (Mobile MAU) marketplace Alibaba di Tiongkok mencapai 925 juta pada Maret 2021,meningkat 79 juta dari Maret 2020.

Baca Juga: Gojek dan Tokopedia Merger, ini pembagian kursi kepemimpinannya

Total transaksi atau Gross Merchandise Value (GMV) di ekosistem Alibaba sepanajng tahun tersebut mencapai US$ 1,23 triliun. Sebagian besar berasal dari  GMV marketplace ritel Tiongkok yang mencapai US$ 1,14 triliun. Sisanya dari GMV  marketplace ritel internasional dan layanan konsumen lokal.

Daniel Zhang, Chairman and Chief Executive Officer of Alibaba Group mengatakan, secara umum bisnis Alibaba Group telah mengalami pertumbuhan yang kuat dengan fondasi yang solid dimana ekosistem e-commerce Alibaba berhasil mencatatkan tota transaksi atau GMV senilai US$ 1,2 triliun pada tahun fiskal 2021.




TERBARU

[X]
×