kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.874   28,00   0,17%
  • IDX 8.960   22,95   0,26%
  • KOMPAS100 1.235   6,28   0,51%
  • LQ45 872   3,56   0,41%
  • ISSI 326   1,92   0,59%
  • IDX30 442   2,43   0,55%
  • IDXHIDIV20 520   3,27   0,63%
  • IDX80 137   0,75   0,55%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 142   1,07   0,76%

Diduga monopoli pasar, pemerintah China memburu Alibaba, harga saham langsung anjlok


Jumat, 25 Desember 2020 / 05:01 WIB
Diduga monopoli pasar, pemerintah China memburu Alibaba, harga saham langsung anjlok
ILUSTRASI. Pemerintah China telah meluncurkan penyelidikan dugaan praktek monopoli (antitrust) kepada Alibaba Group. REUTERS/Aly Song/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HONG KONG/BEIJING. Pemerintah China telah meluncurkan penyelidikan dugaan praktek monopoli (antitrust) kepada Alibaba Group dan akan memanggil afiliasi Ant Group untuk bertemu dalam beberapa hari mendatang. Ini merupakan pukulan terbaru untuk e-commerce dan kerajaan fintech milik Jack Ma.

Reuters memberitakan, penyelidikan ini adalah bagian dari tindakan akselerasi terhadap perilaku antimonopoli di ruang internet China yang sedang berkembang pesat, dan kemunduran terbaru untuk Ma, mantan guru sekolah berusia 56 tahun yang mendirikan Alibaba dan menjadi pengusaha paling terkenal di China.

Penyelidikan tersebut mengikuti penangguhan dramatis China bulan lalu atas rencana penawaran umum perdana (IPO) Alibaba senilai US$ 37 miliar, hanya dua hari sebelum sahamnya akan mulai diperdagangkan di Shanghai dan Hong Kong.

Dalam editorial dengan kata-kata yang tegas, Harian Rakyat Partai Komunis yang berkuasa mengatakan jika "monopoli ditoleransi, dan perusahaan diizinkan untuk berkembang dengan cara yang tidak teratur dan barbar, industri tidak akan berkembang dengan cara yang sehat dan berkelanjutan."

Baca Juga: Ini Tekanan Terbaru Pemerintah China terhadap Kerajaan Bisnis Jack Ma

Saham Alibaba turun hampir 9% di Hong Kong, terendah sejak Juli, sementara saingannya Meituan dan JD.com keduanya turun lebih dari 2%.

Saham Alibaba di AS anjlok 13% dalam penurunan satu hari terbesarnya sejak debutnya di Bursa Efek New York pada 2014.

Regulator telah memperingatkan Alibaba tentang apa yang disebut praktik "memilih satu dari dua" di mana pedagang diharuskan menandatangani pakta kerja sama eksklusif yang mencegah mereka menawarkan produk pada platform saingan.

Baca Juga: Ant Group dan usaha patungan Grab memenangkan lisensi perbankan digital di Singapura

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan terhadap praktik tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×