kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dipecat dari CEO Boeing, Dennis Muilenburg kantongi Rp 855 miliar


Sabtu, 11 Januari 2020 / 07:29 WIB
Dipecat dari CEO Boeing, Dennis Muilenburg kantongi Rp 855 miliar
Chief Executive Boeing Co, Dennis Muilenburg berhenti sejenak saat berbicara dalam konferensi pers di rapat pemegang saham tahunan di Chicago, Illinois, AS, 29 April 2019.

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Kepala eksekutif Boeing Co yang dipecat, Dennis Muilenburg, akan menerima US$ 62 juta atau setara Rp 855,6 miliar (Kurs Rp 13.800) dalam bentuk insentif jangka panjang, penghargaan saham dan tunjangan pensiun, tetapi kehilangan US$ 14,6 juta atau Rp 201 miliar dan tidak akan menerima pesangon, kata pembuat rencana itu di pengajuan peraturan pada hari Jumat.

Mengutip Reuters, Sabtu (11/1), Muilenburg dipecat dari pekerjaannya pada Desember karena perusahaan itu gagal menahan dampak tabrakan fatal pesawat Boeing yang menghentikan produksi pesawat jet 737 MAX terlaris tersebut dan merusak reputasinya.

Baca Juga: Mantan CEO Boeing yang baru saja dipecat kantongi tunjangan ratusan miliar rupiah

Muilenburg  digantikan ketua dewan Boeing David Calhoun, 62 tahun, seorang veteran yang berpengalaman dan mantan eksekutif General Electric Co yang telah memimpin beberapa perusahaan dalam krisis.

Calhoun, yang mulai menjabat CEO pada hari Senin, akan menerima gaji pokok pada tingkat tahunan US$ 1,4 juta dan memenuhi syarat untuk mendapat US$ 26,5 juta dalam kompensasi insentif jangka panjang.

Boeing mengatakan pada bulan November Muilenburg telah mengajukan diri untuk mendapat bonus 2019 dan penghargaan saham. Untuk 2018, bonus dan penghargaan ekuitasnya berjumlah sekitar US$ 20 juta, menurut pengajuan.

Baca Juga: CEO lama dipecat gara-gara Lion Air JT610 jatuh, inilah sosok CEO baru Boeing

"Setelah kepergiannya, Dennis menerima tunjangan yang menjadi haknya menurut kontrak dan ia tidak menerima pesangon atau bonus tahunan 2019," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.



TERBARU

[X]
×