kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Diplomasi Panda: Jepang Kehilangan Simbol Persahabatan China


Selasa, 27 Januari 2026 / 18:16 WIB
Diperbarui Selasa, 27 Januari 2026 / 18:18 WIB
Diplomasi Panda: Jepang Kehilangan Simbol Persahabatan China
ILUSTRASI. Panda Xiao Xiao (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ratusan penggemar panda di Jepang mengucapkan perpisahan emosional kepada dua panda raksasa terakhir di negara tersebut, Xiao Xiao dan Lei Lei, yang meninggalkan Kebun Binatang Ueno, Tokyo, untuk kembali ke China pada Selasa (27/1/2026).

Meski suhu musim dingin cukup menusuk, para pengunjung tetap memadati area kebun binatang.

Sebagian mengenakan topi bertema panda, mengibarkan bendera, dan mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen saat truk yang membawa dua panda bintang Ueno Zoo bergerak menuju Bandara Narita.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Impor Korea Selatan Jadi 25%, Ini Alasannya

Kepulangan panda kembar berusia empat tahun itu ke fasilitas penangkaran di China menandai berakhirnya keberadaan panda raksasa di Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.

“Xiao Xiao dan Lei Lei sangat dicintai banyak orang, jadi perasaan saya campur aduk,” ujar Direktur Ueno Zoo, Yutaka Fukuda.

“Saya bersyukur dan berharap pada keberhasilan program pengembangbiakan ke depan, tetapi di saat yang sama saya juga merasa sedih atas kepergian mereka.”

Meski kepulangan kedua panda tersebut telah direncanakan sejak lama, sebagian pihak memandang peristiwa ini sebagai cerminan memburuknya hubungan China dan Jepang dalam beberapa bulan terakhir.

Pada November lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa kemungkinan serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer Jepang.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Dalam praktik yang kerap disebut sebagai “diplomasi panda”, China memiliki sejarah meminjamkan panda raksasa ke negara-negara sahabatnya, meski dalam beberapa kasus juga menarik kembali hewan tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan diplomatik.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Lampaui Mobil Bensin di Uni Eropa untuk Pertama Kalinya

Panda raksasa, yang merupakan satwa endemik China, umumnya dipulangkan setelah masa pinjaman berakhir. Anak panda yang lahir di luar negeri pun tidak terkecuali.

Xiao Xiao dan Lei Lei lahir di Kebun Binatang Ueno pada Juni 2021 dan sejak itu menjadi daya tarik utama kebun binatang tersebut, terutama setelah induk mereka dipulangkan ke China pada 2024.

Panda raksasa pertama kali tiba di Jepang pada 1972, seiring normalisasi hubungan diplomatik antara Jepang dan China.

Sejak saat itu, kehadiran panda menjadi simbol persahabatan sekaligus ikon budaya populer di Jepang.

Selanjutnya: Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai, Ini PR Utama yang Harus Dibenahi

Menarik Dibaca: 6 Manfaat Kesehatan Minum Air Timun secara Rutin, Cek di Sini yuk!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×