kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Direktur rumahsakit di Wuhan jadi korban tewas keganasan virus corona


Selasa, 18 Februari 2020 / 13:42 WIB
Direktur rumahsakit di Wuhan jadi korban tewas keganasan virus corona
ILUSTRASI. Suasana penanganan virus corona di salah satu rumahsakit di Wuhan China.

Sumber: Reuters | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kepala rumah sakit terkemuka di pusat kota Wuhan, China, ikut menjadi korban keganasan virus corona. Ia menjadi dokter kedua yang menjadi korban tewas akibat penyebaran virus corona.

Wuhan sendiri merupakan pusat epidemi virus corona.

Stasiun televisi pemerintah China yang dikutip Reuters melaporkan, direktur Rumah Sakit Wuhan Wuchang Liu Zhiming, meninggal pada pukul 10.30 pagi, Selasa (18/2).

Baca Juga: Duh, virus China mengancam pasokan antibiotik global

Awal bulan ini, jutaan orang di Cina berduka atas kematian Li Wenliang, seorang dokter yang sebelumnya ditegur karena mengeluarkan peringatan dini tentang virus corona.

Puluhan ribu pekerja medis telah berjuang untuk menahan penyebaran virus corona, yang diyakini pertama kali muncul di pasar makanan laut di Wuhan, ibukota provinsi Hubei.

Seperti dalam kasus kematian Li, ada kebingungan di internet Tiongkok tentang kondisi Liu pada Senin malam.

Pada Senin malam, departemen propaganda Partai Komunis Komisi Kesehatan Hubei menulis di sebuah pos media sosial bahwa Liu telah meninggal.

Tetapi dikatakan dalam posting berikutnya bahwa Liu masih hidup.

"Menurut kerabat Liu, rumah sakit masih berusaha yang terbaik untuk menyelamatkannya," sebut komisi kesehatan Hubei. Disebutkan informasi yang salah sebelumnya adalah dari teman baik Liu yang tidak mengetahui situasi terkini.

Belum memposting pesan apa pun sejak televisi pemerintah mengumumkan kematian Liu pada Selasa pagi.

Baca Juga: Hati-hati! Penyebar hoaks virus corona akan kena sanksi penjara dan denda Rp 1 miliar

Beijing dituduh menutupi sepenuhnya wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada tahun 2003. Dalam wabah virus corona saat ini, Beijing telah menyerukan transparansi.

Seorang pejabat senior kesehatan Cina mengatakan pada hari Jumat bahwa sebanyak 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi vitus corona dan enam dari mereka telah meninggal.

Baca Juga: Ada 1.775 orang meninggal, ini daftar 5 negara yang konfirmasi kematian virus corona

Sampai saat ini, jumlah total kematian akibat corona mencapai 1.868 orang. Kasus baru harian bertambah 1.886 menjadi total 72.436 kasus.

Jumlah infeksi harian terbaru di daratan Tiongkok belum di bawah 2.000 orang sejak 30 Januari, sementara jumlah kematian setiap hari tidak di bawah 100 oranf sejak 11 Februari.

Di provinsi Hubei, jumlah kematian meningkat 93 orang menjadi 1.789 orang. Tambahan 1.807 kasus terdeteksi, sehingga total kasus terinfeksi corona di provinsi ini menjadi 59.989 orang.

Di luar Cina, ada 827 kasus terinfeksi corona di 26 negara dan wilayah, dan lima diantaranya meninggal.

Baca Juga: Dahlan Iskan: 10 orang dari berbagai negara tak percaya Indonesia bebas virus corona

 

 

 

 



TERBARU

[X]
×