Dirikan Induk Perusahaan Keuangan, Saham Alibaba Terus Menguat

Minggu, 19 Juni 2022 | 13:52 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Dirikan Induk Perusahaan Keuangan, Saham Alibaba Terus Menguat

ILUSTRASI. Saham Alibaba. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Saham raksasa e-commerce Alibaba Group Holding menguat setelah Ant Group mengantongi izin dari pemerintah China untuk mendirikan induk perusahaan keuangan. Pendirian ini sekaligus menghidupkan kembali rencana Ant untuk listing di bursa. 

Saham Alibaba naik sekitar 1% menjadi US$ 102,41 pada perdagangan Jumat pagi. Saham naik sebanyak 11,1% hari ini. Bulan lalu saham juga naik 8,1% namun turun 12,6% sepanjang tahun ini. Ant adalah perusahaan afiliasi Alibaba.

Menurut laporan Reuters, Bank Sentral China (BOC) telah menerima pengajuan izin Ant untuk membentuk induk perusahaan keuangan, yang menunjukkan pelonggaran tekanan regulasi yang memaksa Ant untuk merestrukturisasi dan membatalkan IPO yang telah direncanakan pada November 2020 .

Investor telah berkomitmen lebih dari US$ 30 miliar untuk Ant tetapi co-founder Alibaba Jack Ma secara terbuka mengkritik peraturan keuangan pemerintah, memicu kemarahan para pemimpin politik senior di Beijing.

Baca Juga: Wall Street Merangkak Naik Setelah Aksi Jual Brutal Kemarin

Menurut laporan Wall Street Journal, Presiden China Xi Jinping secara pribadi memutuskan untuk menghentikan IPO Ant. Sejak saat itu, Ant terus berkomunikasi dengan regulator untuk melakukan perbaikan secara luas. 

Saat itu, perusahaan teknologi melakukan transisi menjadi induk perusahaan keuangan yang tunduk pada regulasi, seperti bank. Namun perwakilan Alibaba dan BOC tidak segera memberikan tanggapan terkait hal ini. 

Ant, yang berkantor pusat di Hangzhou, China, mengoperasikan layanan pembayaran digital populer, Alipay. Survei Morning Consult melaporkan bahwa, Alipay menjadi merek keuangan yang paling terpercaya di dunia. 

Pada April, 53% konsumen China melaporkan penggunaan aplikasi setiap hari, dan situs web Ant mengatakan layanan tersebut memiliki sekitar 1,3 miliar pengguna. Alipay, yang diluncurkan pada 2009, adalah opsi pembayaran seluler utama konsumen bersama pesaing utama WeChat Pay, yang dimiliki oleh Tencent Holdings.

Ant adalah salah satu perusahaan pertama yang terpengaruh oleh tindakan keras peraturan pemerintah China terhadap perusahaan teknologi besar pada musim gugur 2020. 

Baca Juga: Efisiensi Karyawan Terjadi di Perusahan Global

Namun dalam beberapa pekan terakhir, investor bereaksi positif terhadap sinyal bahwa peraturan dan pengawasan ketat mulai dilonggarkan.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru