kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Ini Negara-Negara di Asia yang Suplai Minyak dan LNG Bergantung dari Timur Tengah


Senin, 02 Maret 2026 / 17:34 WIB
Ini Negara-Negara di Asia yang Suplai Minyak dan LNG Bergantung dari Timur Tengah


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Negara-negara di kawasan Asia bergantung pada pasokan minyak dan gas dari Timur Tengah, sehingga sangat rentan jika konflik di kawasan itu meluas setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran menyebabkan gangguan pasokan yang berkepanjangan.

Berikut adalah gambaran impor dan stok untuk pembeli utama minyak dan gas Timur Tengah di Asia seperti dirangkum Reuters, Senin (2/3/2026).

China

China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dan pembeli minyak Iran terbesar, meskipun jumlah minyak mentah yang sangat besar dalam penyimpanan terapung dan stok strategis membatasi risiko kekurangan dalam jangka pendek.

Sekitar setengah dari impor minyak China berasal dari Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Iran Didihkan Harga Minyak, Ancam Pemulihan Ekonomi Global

Menurut Kpler, negara tersebut membeli rata-rata 1,38 juta barel minyak Iran per hari tahun lalu, atau sekitar 13% dari seluruh impor minyaknya melalui jalur laut. Sebanyak 42 juta barel minyak mentah Iran lainnya disimpan di kapal tanker di Asia pada akhir Januari.

China juga telah bertahun-tahun meningkatkan cadangan strategisnya, membangun lokasi penyimpanan baru dan membeli minyak mentah dari pasar global yang surplus. Beijing sangat merahasiakan ukuran cadangan tersebut, tetapi analis memperkirakan jumlahnya sekitar 900 juta barel, atau hampir tiga bulan impor.

China juga merupakan importir gas alam cair terbesar di dunia, sekitar sepertiganya berasal dari Timur Tengah.

Jepang

Jepang mengimpor sekitar 95% minyak dari Timur Tengah, di mana sekitar 70% di antaranya melewati Selat Hormuz.

Jepang mengimpor 2,8 juta barel minyak per hari pada bulan Januari, di mana 1,6 juta barel per hari berasal dari Arab Saudi, dengan pasokan juga dari Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.

Jepang memiliki cadangan minyak darurat yang setara dengan konsumsi selama 254 hari.

Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Rugikan Aktivitas Perusahaan Keuangan di Timur Tengah

Jepang, importir gas alam cair (LNG) terbesar kedua, memperoleh 40% pasokannya dari Australia, atau 25,8 juta metrik ton tahun lalu. Pasokan LNG Jepang dari Timur Tengah - Qatar, Oman, dan UEA - mencapai 11% dari impornya.

Perusahaan-perusahaan Jepang memiliki persediaan LNG yang setara dengan konsumsi sekitar tiga minggu, kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara pada hari Senin. Jepang juga memperdagangkan sekitar 40 juta ton LNG setiap tahunnya dan dapat mengalihkan sebagian dari itu kembali ke dalam negeri jika terjadi keadaan darurat.

Korea Selatan

Korea Selatan, yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor untuk energinya, membeli sekitar 70% minyak dan 20% LNG dari Timur Tengah, menurut data Asosiasi Perdagangan Internasional Korea.

Kementerian Perindustrian Korea Selatan mengatakan pada bulan Desember bahwa total cadangan minyak strategis pemerintah negara itu telah mencapai 100 juta barel. Sektor swasta memiliki cadangan tambahan 95 juta barel. Seorang pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa cadangan gabungan negara itu cukup untuk menutupi sekitar 208 hari konsumsi.

Pada hari Minggu, kementerian mengatakan negara itu akan berupaya untuk mengamankan volume tambahan dari luar Timur Tengah jika gangguan pasokan terus berlanjut.

India

Porsi minyak Timur Tengah dalam impor minyak mentah India meningkat ke level tertinggi sejak akhir 2022 menjadi 55% pada Januari atau sekitar 2,74 juta barel per hari karena kilang mengurangi impor minyak Rusia.

India memiliki kapasitas persediaan minyak mentah dan bahan bakar olahan, termasuk yang dimiliki oleh perusahaan dan dalam cadangan minyak strategis, untuk memenuhi permintaan selama sekitar 74 hari, kata Menteri Perminyakan Hardeep Singh Puri kepada anggota parlemen bulan lalu.

Baca Juga: Saudi Aramco Tutup Kilang Ras Tanura Setelah Serangan Drone

Namun, sumber-sumber kilang mengatakan kepada Reuters bahwa persediaan minyak mentah dan bahan bakar olahan India saat ini dapat bertahan sekitar 20-25 hari.

India, importir LNG terbesar keempat, membeli sekitar dua pertiga pasokannya dari Qatar, UEA, dan Oman, menurut data Kpler.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×