Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Startup AI asal China, DeepSeek, pada Rabu (26/2) mengumumkan pemotongan harga penggunaan API di luar jam sibuk bagi para pengembang yang ingin menggunakan model AI mereka untuk membangun produk sendiri.
Langkah ini berpotensi menekan pesaing, baik di China maupun di pasar global, untuk ikut menurunkan harga.
Baca Juga: Berkat Deepseek, Pasar Saham China Kembali Diserbu Investor
Model AI berbiaya rendah dari DeepSeek sebelumnya telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas global bulan lalu, karena investor khawatir kehadiran perusahaan ini dapat mengancam pemimpin pasar AI saat ini.
Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini menyatakan bahwa antara pukul 16.30 GMT hingga 00.30 GMT, biaya penggunaan API—platform yang memungkinkan pengembang aplikasi dan produk web lainnya untuk mengintegrasikan model AI DeepSeek—akan turun hingga 75%.
Berdasarkan informasi di situs resminya, biaya penggunaan API untuk model R1 dan V3 akan turun masing-masing sebesar 75% dan 50% selama periode tersebut.
Meskipun DeepSeek menyebut rentang waktu ini sebagai "di luar jam sibuk" karena berlangsung dari pukul 00.30 hingga 08.30 waktu Beijing, periode ini mencakup jam kerja di Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Bursa China dan Hong Kong Ditutup Naik Senin (10/2), Terkerek Saham DeepSeek
Hal ini menjadi faktor yang turut menyebabkan aksi jual saham teknologi ketika model AI murah namun bertenaga dari DeepSeek memasuki pasar global.
Pemotongan harga ini merupakan langkah terbaru dari serangkaian strategi DeepSeek yang mengguncang industri AI, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Menurut sumber yang mengetahui strategi perusahaan, DeepSeek kini mempercepat peluncuran penerus model R1 yang diperkenalkan pada Januari lalu.
Pendekatan open-source dan harga rendah yang diterapkan DeepSeek pertama kali memicu perang harga model AI domestik pada Mei tahun lalu, ketika mereka merilis model V2—pendahulu dari model yang kini mendukung asisten AI mereka yang populer secara global.
Sejak peluncuran asisten AI mereka bulan lalu, OpenAI—pengembang ChatGPT—telah memangkas harga.
Sementara Google Gemini juga memperkenalkan tingkat akses dengan harga diskon.