Diversifikasi Pendapatan, Shell Filipina Berencana Buka Toko Ritel di SPBU

Selasa, 20 September 2022 | 08:53 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Diversifikasi Pendapatan, Shell Filipina Berencana Buka Toko Ritel di SPBU

ILUSTRASI. Pilipinas Shell Petroleum Corp., cabang Shell Plc di Filipina berencana untuk memiliki toko ritel dan restoran di sepertiga SPBU. REUTERS/Toby Melville/File Photo

KONTAN.CO.ID - MANILA. Pilipinas Shell Petroleum Corp., cabang Shell Plc di Filipina berencana untuk memiliki toko ritel dan restoran di sepertiga stasiun pengisian bahan bakarnya pada tahun 2025 sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan di luar bahan bakar.

CEO Lorelie Quiambao Osial mengatakan hal tersebut dinilai bisa mendorong pendapatan ritel non-bahan bakar untuk tumbuh setidaknya 15% per tahun dan memiliki sumber pendapatan baru.

Shell menginginkan 550 dari 1.300 hingga 1.400 stasiunnya di Filipina pada 2025 memiliki penawaran ritel mulai dari toko serba ada hingga restoran dan toko seperti Jollibee, McDonald's, Starbucks, dan Adidas.

Baca Juga: Oil Prices Climb on Weak Dollar, Supply Concerns

“Kami mengubah apa yang biasanya Anda sebut SPBU menjadi tujuan mobilitas,” kata Osial dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/9).

Dorongan Pilipinas Shell untuk meningkatkan pendapatan non-bahan bakarnya sejalan dengan rencana agresif perusahaan dalam memperluas pompa bensinnya setelah menutup kilangnya pada tahun 2020 dan beralih membeli pasokan bahan bakar dari luar negeri. 

Strategi lima tahun, yang dimulai pada 2021, menelan biaya sekitar 3 miliar peso hingga 4 miliar peso per tahun. Ini membutuhkan penambahan antara 40 hingga 60 stasiun per tahun, untuk membawa jaringan Pilipinas Shell hingga 1.400 outlet.

Pilipinas Shell juga telah menambahkan titik pengisian kendaraan listrik di beberapa stasiunnya untuk mengantisipasi pertumbuhan penggunaan EV di Filipina.

Di antara pengecer bensin terbesar di negara itu, yang juga mencakup unit lokal Chevron Corp. dan penyulingan tunggal Petron Corp., Shell Pilipinas telah melakukan dorongan terbesar untuk melakukan diversifikasi dari bahan bakar di pompa bensinnya sejak 2021.

Baca Juga: Shell Tunjuk Sawan Sebagai CEO Menggantikan Ben van Beurden

“Bisa menggandakan segmen ini pada 2025 mengingat baru mulai agresif menembus pasar ini,” kata Astro del Castillo , direktur pelaksana di First Grade Finance Inc., sebuah perusahaan konsultan dan penasihat investasi.

Osial menambahkan untuk lebih mendiversifikasi pendapatan dari bahan bakar, Pilipinas Shell juga berencana untuk memiliki 900 SPBU pada tahun 2025 yang menyediakan layanan penggantian oli dan perawatan mobil.

“Akan ada lebih banyak penawaran di ruang non-bahan bakar,” kata Osial.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru