kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dokumen penyidikan Huawei bocor ke tangan media


Jumat, 19 Oktober 2012 / 11:33 WIB
ILUSTRASI. Ingin mendekorasi rumah minimalis? Coba gunakan tanaman hias berikut ini.


Sumber: BBC, Reuters |

NEW YORK. Dokumen penyelidikan mengenai dugaan Huawei bocor ke tangan sejumlah media di Amerika Serikat (AS). Dalam laporan tersebut, perusahaan telekomunikasi asal China tidak terbukti melakukan mata-mata untuk negaranya.

Pengusutan yang dilakukan selama 18 bulan menunjukkan bahwa kelemahan keamanan berpotensi menjadi ancaman lebih besar dibandingkan hubungan antara Huawei dan pemerintah China. Bocoran ini dipaparkan di Reuters, Kamis (18/10).

Kajian itu menyentuh berbagai aspek menyangkut bagaimana Huawei beroperasi dengan melibatkan hampir 1.000 pembeli di sektor telekomunikasi.

"Kami tahu pihak-pihak tertentu di pemerintah menginginkan bukti spionase. Kami akan menemukannya kalau memang ada," bisik salah seorang pegawai pemerintah yang mengetahui kajian itu.

Huawei santai

Juru bicara Huawei, Bill Plummer, menyatakan tidak terkejut dengan kesimpulan kajian Gedung Putih.

"Huawei tidak mengetahui kajian itu, tetapi kami tidak heran mendengar bahwa Gedung Putih telah menyimpulkan bahwa tidak ada bukti keterlibatan Huawei dalam kegiatan mata-mata atau kegiatan nonkomersial lain,” ujarnya.

Ia mengklaim Huawei adalah perusahaan multinasional independen bernilai US$32 miliar yang tidak akan pernah mengambil tindakan untuk membahayakan keberhasilannya atau integritas jaringan konsumen atau pihak ketiga.

Pekan lalu panel Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan hasil penyelidikan yang menyebutkan bahwa perusahaan telekomunikasi Cina Huawei dan ZTE merupakan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat.




TERBARU

[X]
×