kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Dolar AS Menguat Senin (10/4) Pagi, Penutupan Hormuz Picu Aksi Safe Haven


Senin, 20 April 2026 / 08:24 WIB
Dolar AS Menguat Senin (10/4) Pagi, Penutupan Hormuz Picu Aksi Safe Haven
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar Dolar AS menguat pada awal perdagangan Asia, Senin (20/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Melansir laporan Reuters, Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama naik hingga 0,3% ke level 98,485, tertinggi dalam sepekan sejak 13 April.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balasan

Penguatan ini membalik tren pelemahan sebelumnya yang terjadi saat harapan perdamaian sempat meningkat.

Kenaikan dolar terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, termasuk insiden penyitaan kapal kargo Iran oleh militer AS serta penolakan Teheran untuk melanjutkan perundingan damai.

Analis Westpac menilai, perkembangan akhir pekan dapat meredam optimisme pasar terhadap prospek perdamaian.

Sementara itu, analis Barclays menyebut sentimen investor masih cenderung mendukung dolar, meski ada ruang pelemahan jika situasi geopolitik mereda.

Di pasar valuta asing, euro turun 0,3% ke level US$ 1,1731 dan poundsterling Inggris juga melemah 0,3% ke US$ 1,3480.

Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,2% ke 158,945 yen, serta naik 0,1% terhadap yuan China di pasar offshore ke level 6,8244 yuan.

Baca Juga: Maskapai Asia Panen Permintaan Rute Eropa, Dampak Gangguan Hub Timur Tengah

Sementara itu, mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru masing-masing turun 0,6% dan 0,4%.

Aset kripto juga tertekan. Bitcoin turun 0,7% ke US$ 74.130,13, sedangkan Ethereum melemah 0,7% ke US$ 2.266,10.

Pelaku pasar menilai volatilitas masih akan tinggi dalam jangka pendek, terutama setelah Selat Hormuz kembali ditutup, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.


Tag


TERBARU

[X]
×