kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.193   -13,00   -0,08%
  • IDX 7.687   53,25   0,70%
  • KOMPAS100 1.064   9,30   0,88%
  • LQ45 762   3,49   0,46%
  • ISSI 279   1,87   0,68%
  • IDX30 405   1,62   0,40%
  • IDXHIDIV20 491   0,79   0,16%
  • IDX80 119   0,87   0,74%
  • IDXV30 139   -0,44   -0,31%
  • IDXQ30 130   0,49   0,38%

Amerika Serikat (AS) Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balasan


Senin, 20 April 2026 / 08:19 WIB
Amerika Serikat (AS) Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Ancam Balasan
ILUSTRASI. Kapal Perang AS (REUTERS/HANDOUT)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade laut.

Teheran pun merespons dengan ancaman balasan, meningkatkan risiko runtuhnya gencatan senjata yang baru berjalan.

Melansir laporan Reuters Minggu (19/4/2026), militer AS menyebut telah menembaki kapal tersebut saat berlayar menuju Pelabuhan Bandar Abbas, sebelum akhirnya menguasai penuh kapal dan muatannya.

Baca Juga: Maskapai Asia Panen Permintaan Rute Eropa, Dampak Gangguan Hub Timur Tengah

Presiden Donald Trump menyatakan, pihaknya kini tengah memeriksa isi kapal tersebut.

Di sisi lain, militer Iran menyebut kapal itu berasal dari China. Teheran mengecam tindakan AS sebagai “pembajakan bersenjata” dan menegaskan akan segera melakukan pembalasan.

Ketegangan ini memperburuk prospek perpanjangan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat.

Iran juga menyatakan tidak akan ikut serta dalam putaran kedua perundingan yang sebelumnya diharapkan berlangsung sebelum masa gencatan berakhir.

Blokade yang berlangsung selama beberapa pekan telah mengganggu arus pelayaran global, termasuk di Selat Hormuz yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Baca Juga: Gagal 9 Tahun Lalu, Sistem CHESS Baru ASX Akankah Berhasil Kini?

Iran sempat melonggarkan pembatasan, namun kemudian kembali memperketat kontrol di jalur tersebut.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammadreza Aref, menegaskan bahwa pembatasan ekspor minyak Iran tidak bisa berjalan beriringan dengan tuntutan keamanan bagi pihak lain.

“Pilihannya jelas: pasar minyak bebas untuk semua, atau risiko biaya besar bagi semua,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Trump kembali melontarkan peringatan keras terhadap Iran, termasuk ancaman untuk menghancurkan infrastruktur penting jika Teheran menolak tuntutan Washington.

Iran sebelumnya juga menyatakan akan menyerang fasilitas energi di negara-negara Teluk Arab jika infrastruktur sipilnya diserang.

Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak dunia melonjak. Kontrak berjangka Brent naik sekitar 7% ke level US$ 96,85 per barel. Sementara indeks saham berjangka AS S&P 500 turun sekitar 0,9% pada perdagangan awal Asia.

Baca Juga: CapitaLand Raup Untung Rp 2,6 Triliun dari Penjualan Asia Square 2

Upaya diplomasi pun menghadapi hambatan. Pemerintah Pakistan yang menjadi mediator terlihat bersiap menyambut delegasi AS di Islamabad.

Namun, ketidakpastian masih tinggi terkait apakah perundingan lanjutan benar-benar akan terlaksana.

Konflik yang kini memasuki pekan kedelapan telah memicu salah satu guncangan terbesar terhadap pasokan energi global, dengan ribuan korban jiwa akibat serangan militer dan eskalasi di kawasan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×