kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Dolar AS Sentuh Level Terendah Sepekan, Geopolitik Picu Kembali Aksi Sell America


Selasa, 20 Januari 2026 / 08:09 WIB
Dolar AS Sentuh Level Terendah Sepekan, Geopolitik Picu Kembali Aksi Sell America
ILUSTRASI. Dolar AS (Reuters/Marcos Brindicci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level terendah dalam sepekan pada awal perdagangan Selasa (20/1/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Gedung Putih melontarkan ancaman terhadap Uni Eropa terkait masa depan Greenland.

Situasi ini memicu aksi jual luas di pasar saham dan obligasi pemerintah AS.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,1% ke level 99,004.

Posisi ini merupakan yang terendah sejak 14 Januari, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eksposur aset-aset Amerika Serikat.

Baca Juga: Laut China Selatan: Filipina Temukan Harta Karun Gas Tersembunyi!

Ancaman tarif terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa kembali memicu apa yang dikenal sebagai aksi “Sell America”, yakni pelepasan serentak saham, obligasi Treasury, dan dolar AS.

Pola ini sebelumnya juga muncul setelah pengumuman tarif pada perayaan Liberation Day April tahun lalu. Pasar keuangan AS sendiri baru akan kembali dibuka pada Selasa setelah libur Hari Martin Luther King Jr.

Investor melepas aset dolar karena kekhawatiran terhadap ketidakpastian berkepanjangan, hubungan aliansi yang semakin tegang, menurunnya kepercayaan terhadap kepemimpinan AS, potensi pembalasan dagang, serta percepatan tren de-dolarisasi.

“Meski ada harapan bahwa pemerintah AS akan meredakan ancaman ini seperti pada episode tarif sebelumnya, jelas bahwa penguasaan Greenland tetap menjadi tujuan utama keamanan nasional pemerintahan saat ini,” ujar Tony Sycamore, analis pasar dari IG di Sydney.

Baca Juga: Dolar AS Terancam! BRICS Siapkan Skema Pembayaran Baru

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke level 4,2586%.

Kontrak berjangka Fed Funds mencerminkan peluang sebesar 94,5% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan dua hari pekan depan, relatif tidak berubah dibandingkan akhir pekan lalu, menurut CME FedWatch Tool.

Terhadap yen Jepang, dolar bergerak stabil di level 158,175 yen, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan rencana pemilu cepat pada 8 Februari.

Pernyataannya untuk menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8% selama dua tahun turut menyoroti rapuhnya kondisi fiskal Jepang.

Sementara itu, dolar AS terhadap yuan China yang diperdagangkan di pasar offshore Hong Kong relatif stabil di level 6,9536 yuan.

Bank Sentral China (PBoC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya untuk bulan kedelapan berturut-turut pada Januari, berdasarkan survei Reuters.

Baca Juga: Ketua The Fed Jerome Powell akan Hadiri Sidang soal Upaya Trump Pecat Lisa Cook

Di kawasan Asia Pasifik, dolar Australia melemah 0,1% ke level US$0,6710, sedangkan dolar Selandia Baru turun 0,1% ke US$0,5794, setelah sempat menyentuh level tertinggi dua pekan.

Euro diperdagangkan datar di level US$1,1640, sementara pound sterling Inggris juga stabil di posisi US$1,3427.

Di pasar kripto, harga Bitcoin turun 0,6% ke US$92.336,99, sedangkan Ether melemah 1,1% ke US$3.174,41.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×