kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.860   -45,00   -0,27%
  • IDX 8.354   82,48   1,00%
  • KOMPAS100 1.177   13,08   1,12%
  • LQ45 843   8,05   0,96%
  • ISSI 298   2,63   0,89%
  • IDX30 441   4,84   1,11%
  • IDXHIDIV20 526   3,99   0,76%
  • IDX80 131   1,20   0,93%
  • IDXV30 144   0,58   0,41%
  • IDXQ30 142   1,38   0,98%

Dollar Melemah Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Mayoritas Tarif Trump


Senin, 23 Februari 2026 / 08:13 WIB
Dollar Melemah Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Mayoritas Tarif Trump
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dolar AS melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026) setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian besar tarif Presiden Donald Trump dinilai mendukung prospek pertumbuhan global.

Meski demikian, ketidakpastian kebijakan lanjutan dan risiko konflik di Timur Tengah membatasi pergerakan pasar.

Euro menguat 0,4% ke level US$1,1823, sementara poundsterling naik dengan persentase serupa ke US$1,3521 pada perdagangan awal Asia.

Baca Juga: Investor Ed Garden Bangun Kepemilikan di Fortune Brands dan Dorong Pergantian CEO

Dolar turun 0,4% terhadap yen Jepang ke 154,42. Perdagangan relatif sepi karena libur di Jepang dan libur Tahun Baru Imlek di China.

Pada Jumat lalu, Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif luas yang diberlakukan Trump melampaui kewenangannya.

Trump merespons dengan mengkritik putusan tersebut dan mengumumkan tarif pengganti sebesar 15% untuk impor selama 150 hari, sembari menegaskan bahwa kesepakatan tarif tinggi dengan mitra dagang tetap berlaku.

Sim Moh Siong, analis mata uang OCBC di Singapura, mengatakan pelemahan dolar mencerminkan potensi manfaat bagi pertumbuhan di luar AS. Namun, dalam jangka panjang dampaknya terhadap pasar valuta asing masih belum jelas.

Penurunan pendapatan pemerintah akibat pembatalan tarif dapat membebani posisi fiskal AS dan menekan dolar, sementara pembatasan kewenangan presiden dinilai positif karena mengurangi volatilitas kebijakan.

Baca Juga: Paspampres AS Tembak Mati Seorang Penyusup di Resort Milik Trump

Dolar Australia dan Selandia Baru turut menguat tipis, dengan Aussie menembus US$0,71 dan kiwi mendekati US$0,60. Sementara itu, franc Swiss—mata uang safe haven—melonjak 0,5% ke 0,7716 per dolar.

Jason Wong, analis BNZ di Wellington, menyebut keputusan ini sebagai “pengurangan kekuasaan Trump yang positif bagi pasar,” meski ia menilai situasi saat ini masih sarat faktor yang sulit diperdagangkan secara agresif.

Ketidakpastian Berlanjut

Tarif pengganti yang diberlakukan Trump berlaku selama 150 hari, dan belum jelas apakah importir AS akan menerima pengembalian bea atas tarif yang telah dibayarkan sebelumnya, karena Mahkamah Agung tidak memberikan keputusan terkait hal tersebut.

Analis memperkirakan proses litigasi dapat berlangsung bertahun-tahun, disertai ketidakpastian baru jika pemerintahan Trump mencari cara lain untuk memberlakukan tarif secara permanen.

Baca Juga: Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea Utara

Komisi Eropa pada Minggu mendesak AS untuk mematuhi kesepakatan yang dicapai tahun lalu dengan Uni Eropa, termasuk tarif nol untuk sejumlah produk seperti pesawat dan suku cadang.

Sepanjang 2025, dolar justru melemah lebih dari 9% (berdasarkan indeks dolar), karena pasar lebih fokus pada ekspektasi pemangkasan suku bunga, kekhawatiran defisit fiskal AS, serta perubahan kebijakan yang kerap mengejutkan dari pemerintahan Trump.

Richard Yetsenga, Kepala Ekonom Grup ANZ, menilai pemerintahan Trump kini lebih terbatas dalam menggunakan tarif sebagai instrumen kebijakan.

Meski begitu, ia memperkirakan dampaknya terhadap ekonomi global tidak akan terlalu besar dalam jangka panjang.

Selanjutnya: Investor Ed Garden Bangun Kepemilikan di Fortune Brands dan Dorong Pergantian CEO

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (23/2) Kompak Mager




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×