kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.849   47,00   0,28%
  • IDX 8.237   -53,84   -0,65%
  • KOMPAS100 1.164   -7,91   -0,68%
  • LQ45 836   -5,69   -0,68%
  • ISSI 295   -1,08   -0,37%
  • IDX30 436   -0,51   -0,12%
  • IDXHIDIV20 521   0,31   0,06%
  • IDX80 130   -0,82   -0,63%
  • IDXV30 143   0,87   0,61%
  • IDXQ30 141   -0,20   -0,14%

Donald Trump berencana meninggalkan Washington pada Hari Pelantikan Joe Biden


Sabtu, 16 Januari 2021 / 06:12 WIB
Donald Trump berencana meninggalkan Washington pada Hari Pelantikan Joe Biden
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berencana meninggalkan Washington pada pagi Hari Pelantikan yang jatuh pada Rabu depan. REUTERS/Carlos Barria 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dua orang sumber Reuters mengatakan pada hari Jumat (15/1/2021), Presiden AS Donald Trump berencana meninggalkan Washington pada pagi Hari Pelantikan yang jatuh pada Rabu depan. 

Trump sendiri memang telah mengatakan bahwa dia tidak akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Dia merencanakan upacara perpisahan di Pangkalan Bersama Andrews, pangkalan di luar Washington tempat Air Force One bermarkas.

Sumber tersebut menekankan bahwa rencana tersebut bisa berubah. Tidak jelas apakah Trump akan berbicara pada hari Rabu.

"Trump kemudian akan terbang ke Palm Beach, Florida dan tinggal di klub Mar-a-Lago miliknya," sumber tersebut mengatakan kepada Reuters. Dia kemungkinan akan berada di Florida pada saat Biden dilantik pada Rabu siang.

Baca Juga: Macaulay Culkin setuju Donald Trump dihapus dari adegan di film Home Alone 2

Sumber tersebut juga membisikkan, sejumlah pembantu Gedung Putih berencana untuk bekerja untuk Trump di Palm Beach ketika mantan taipan real estate itu bekerja untuk mempertahankan pengaruhnya di Partai Republik.

Beberapa penasihat telah mendesak presiden untuk menjamu Biden untuk pertemuan Gedung Putih menjelang Hari Pelantikan, tetapi belum ada tanda-tanda Trump bersedia melakukan itu, kata seorang pejabat pemerintah.

Baca Juga: Donald Trump dimakzulkan kedua kalinya karena menghasut kerusuhan Capitol AS

Sumber tersebut juga bilang, Trump, satu-satunya presiden dalam sejarah AS yang dimakzulkan dua kali, berencana untuk mengeluarkan lebih banyak pengampunan sebelum meninggalkan jabatannya. 

Trump telah mencoba untuk mencegah dakwaan di Senat atas pasal pemakzulan yang didasarkan pada penyerbuan Capitol pada 6 Januari yang dilakukan oleh para pendukungnya.

Selanjutnya: Hendak dimakzulkan, Donald Trump malah peringatkan Joe Biden




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×