Donald Trump Dikecam Kelompok Anti-vaksin Karena Mendukung Vaksinasi Covid-19

Jumat, 31 Desember 2021 | 10:51 WIB Sumber: Reuters
Donald Trump Dikecam Kelompok Anti-vaksin Karena Mendukung Vaksinasi Covid-19

ILUSTRASI. Mantan Presiden AS Donald Trump.


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mantan Presiden AS Donald Trump, yang dulu sempat meragukan vaksinasi Covid-19, baru-baru ini mendukung upaya vaksinasi. Akibat komentarnya itu, Trump mendapat kecaman dari kelompok anti-vaksin yang mayoritas adalah pendukungnya.

Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News tanggal 19 Desember lalu, mengaku telah menerima vaksin Covid-19 hingga tahap booster

Dua hari kemudian, Trump menegaskan bahwa vaksin Covid-19 adalah sesuatu yang aman. Pernyataannya itu menyangkal pernyataan cendekiawan sayap kanan Candace Owens yang mewawancarainya.

"Oh tidak, vaksin benar-benar bekerja. Mereka yang sakit parah dan pergi ke rumah sakit adalah mereka yang tidak menerima vaksin," kata Trump, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Tiba-Tiba Minta Berbicara dengan Joe Biden Via Telepon

Komentarnya itu telah memicu kritik yang jarang terjadi dari kalangan aktivis anti-vaksin dan beberapa pendukungnya. Perubahan sikap Trump ini dinilai bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan pendukungnya dalam pencalonan presiden tahun 2024 mendatang.

"Dia harus memberi energi pada basisnya, bagi banyak di antaranya penentangan terhadap vaksin telah menjadi seruan, tanpa memukul mundur orang-orang pinggiran kota yang moderat," ungkap kelompok anti-vaksin dalam sebuah pernyataan.

Pakar konspirasi dan penyiar radio Alex Jones dalam acaranya mengatakan, Trump "benar-benar bodoh" karena telah menggembar-gemborkan vaksinasi Covid-19. Dia juga mengatakan bahwa sudah saatnya para pendukung Trump untuk meninggalkannya.

Pendukung Trump lainnya, yakni penyiar radio Wayne Allyn Root, juga mengatakan bahwa Trump telah salah berpendapat soal pentingnya vaksinasi Covid-19. Meski mengaku akan tetap menjadi pendukung Trump, ia menyayangkan berubahnya sikap Trump yang kini seolah mendukung pemerintahan Joe Biden.

Baca Juga: Anggaran Militer AS Tahun Depan US$ 770 Miliar, Termasuk untuk Hadapi Ancaman China

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru