Drone serang sebuah pangkalan udara India, 2 orang terluka

Senin, 28 Juni 2021 | 12:34 WIB Sumber: Channel News Asia
Drone serang sebuah pangkalan udara India, 2 orang terluka

ILUSTRASI. Para tentara berlari untuk mengisi helikopter Angkatan Udara India Chinook dengan perbekalan di pangkalan udara terdepan di Leh, di daerah Ladakh, Selasa (15/9/2020). REUTERS/Danish Siddiqui.


KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Para penyelidik sedang menyelidiki dugaan serangan pesawat tak berawak di sebuah pangkalan udara di Utara India yang bergolak. 

Para ahli mengatakan, serangan semacam itu akan menjadi yang pertama di India dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan di instalasi militer.

"Dua ledakan intensitas rendah dilaporkan Minggu (27/6) pagi di area teknis Pangkalan Angkatan Udara Jammu. Satu menyebabkan kerusakan ringan pada atap sebuah bangunan, sementara yang lain meledak di area terbuka," tulis Angkatan Udara India di Twitter.

"Tidak ada kerusakan pada peralatan apa pun. Investigasi sedang berlangsung bersama dengan lembaga sipil," kata Angkatan Udara India, Minggu (27/6), seperti dikutip Channel News Asia.

Direktur Jenderal Polisi Jammu dan Kashmir Dilbagh Singh mengatakan dalam sebuah pernyataan, "drone dengan muatan" diduga telah digunakan untuk "menjatuhkan bahan peledak".

Baca Juga: AS bisa marah, Rusia dan India berencana tambah produksi peralatan militer

Dia menyebutkan, insiden itu sebagai "serangan teror" dalam sebuah wawancara dengan Press Trust of India.

Surat kabar Indian Express melaporkan, dua orang telah ditangkap sejauh ini atas insiden tersebut. Sedang dua orang di pangkalan udara menderita luka ringan.

Pensiunan Letnan Jenderal DS Hooda, yang hingga 2016 mengepalai Komando Utara India, mengatakan, sistem radar militer negeri Sungai Gangga bisa mendeteksi ancaman seperti pesawat terbang dan kendaraan udara tak berawak yang lebih besar, tetapi mungkin bukan drone.

"Itu bisa menjadi serangan yang kuat, tidak perlu secara fisik menyeberang ke sebuah pengkalan militer, Anda bisa menyerangnya dari udara," kata Hooda kepada AFP tentang insiden Jammu, seperti dilansir Channel News Asia.

"Kita harus mulai memantau secara serius aktivitas drone dan menyiapkan sistem anti-drone sesegera mungkin," imbuhnya.

Selanjutnya: Konfirmasi pertama, 4 tentara China tewas dalam bentrokan dengan pasukan India

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru