Dua Hari Berturut-turut, Korea Utara Umumkan Tidak Ada Kasus Baru Dugaan Covid-19

Minggu, 31 Juli 2022 | 08:55 WIB Sumber: Yonhap,Yonhap
Dua Hari Berturut-turut, Korea Utara Umumkan Tidak Ada Kasus Baru Dugaan Covid-19

ILUSTRASI. Kasus Covid-19 di Korea Utara mereda


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara mengumumkan tidak memiliki tambahan kasus dugaan Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut. Berdasarkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), saat ini Korea Utara sedangn menggandakan upaya untuk mengakhiri sepenuhnya krisis terkait penyebaran Covid-19.

"Tidak ada kasus demam baru yang dilaporkan" selama periode 24 jam hingga pukul 6 sore di hari sebelumnya," kata KCNA yang mengutip data dari markas besar epidemi darurat negara.

Namun, kantor berita pemerintahan tersebut tidak memberikan informasi tentang apakah ada kematian tambahan terkait Covid-19 yang telah dilaporkan.

Jumlah total kasus demam di Korea Utara sejak akhir April lalu mencapai 4,77 juta pada pukul 6 sore, kemarin (30/7). Di mana, 99,99% di antaranya telah pulih dan 176 dirawat, tambah KCNA.

Pada 12 Mei, Korea Utara mengumumkan kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi dan jumlah demam harian memuncak pada 392.920 tiga hari kemudian. Sejak itu, trennya menurun, hingga Pyongyang mengatakan pada Sabtu lalu bahwa tidak ada kasus demam baru untuk pertama kalinya sejak wabah itu terjangkit di Korea Utara.

KCNA mengatakan dalam laporan terpisah berbahasa Inggris pada Minggu dini hari, Korea Utara "secara dinamis" melancarkan "kampanye anti-epidemi untuk mempercepat kemenangannya."

"Langkah-langkah telah diambil untuk membedakan flu biasa dari epidemi ganas melalui beberapa pengujian," lapor KCNA.

"Pemeriksaan kualitas untuk mengkonfirmasi secara ilmiah keadaan pencapaian standar keamanan biologis peralatan uji untuk berbagai indeks yang dibuat oleh berbagai unit selesai dan pekerjaan untuk membuat dan mengeluarkan panduan yang relevan didorong ke depan. Dan penelitian diintensifkan untuk menganalisis data tentang cacar monyet dan menyempurnakan metode pengujiannya," pungkas laporan tersebut.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru