kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Duh, tingkat ekspor China pada Juli mendekati nol


Jumat, 10 Agustus 2012 / 10:50 WIB
Duh, tingkat ekspor China pada Juli mendekati nol
ILUSTRASI. Minum air kelapa termasuk salah satu cara menurunkan suhu tubuh.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Krisis Eropa benar-benar memukul perekonomian China. Lihat saja, pada Juli lalu, pertumbuhan tingkat ekspor China mendekati nol alias stagnan.

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah China, pengiriman barang ke luar negeri hanya naik 1% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat impor CHina mencatatkan kenaikan 4,7%. Hal itu juga menyebabkan surplus perdagangan China terpapas menjadi US$ 25,1 miliar dari US$ 31,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekspor tersebut di bawah estimasi 32 analis yang disurvei Bloomberg. Asal tahu saja, analis meramal pertumbuhan ekspor China akan melonjak 8% pada Juli. Sedangkan untuk tingkat impor, pertumbuhannya diestimasi mencapai 7%.

Data yang mengecewakan dari China ini semakin meningkatkan tekanan kepada pemerintah Beijing untuk segera mengambil langkah agresif untuk menggairahkan kembali perekonomiannya. Apalagi, data tingkat produksi industri dan penjualan ritel yang dirilis kemarin (9/8) juga di bawah estimasi.

"Faktor eksternal masih menjadi faktor utama perlambatan ekonomi Asia, termasuk China. Sejauh ini, pemerintah Asia masih menahan diri untuk menggelontorkan stimulus karena cemas akan dampak samping atas kebijakan tersebut," papar Chetan Ahya, analis Morgan Stanley.






TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×