kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Salip Amazon, Kapitalisasi Pasar SpaceX Tembus US$ 2,65 Triliun


Rabu, 17 Juni 2026 / 05:43 WIB
Salip Amazon, Kapitalisasi Pasar SpaceX Tembus US$ 2,65 Triliun
ILUSTRASI. SPACEX-IPO/ (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, melonjak tajam dan mendorong kapitalisasi pasarnya menembus US$2,65 triliun pada perdagangan Selasa (16/6/2026).

Lonjakan tersebut membuat nilai perusahaan sementara melampaui Amazon dan bahkan sempat menyalip Microsoft, menempatkan SpaceX di jajaran perusahaan paling bernilai di dunia.

Saham SpaceX ditutup naik 4,8% ke level US$201,80 per saham. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2,655 triliun, valuasi perusahaan bertambah sekitar US$800 miliar dibandingkan saat penawaran saham perdana (IPO) pekan lalu.

Nilai tersebut juga sedikit lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar Amazon yang berada di kisaran US$2,646 triliun.

Baca Juga: Baru Dibuka, Opsi Saham SpaceX Langsung Jadi yang Paling Ramai di Dunia

Reli saham SpaceX dipicu oleh antusiasme investor terhadap peluncuran kontrak opsi saham perusahaan.

Instrumen derivatif tersebut memungkinkan pelaku pasar berspekulasi terhadap pergerakan harga saham tanpa harus memiliki saham secara langsung.

Data Trade Alert menunjukkan lebih dari 500.000 kontrak opsi SpaceX berpindah tangan dalam satu jam pertama perdagangan. Volume transaksi terus meningkat hingga melampaui 1 juta kontrak pada awal sesi siang, memperkuat dorongan kenaikan harga saham.

Pendiri layanan analisis opsi SpotGamma, Brent Kochuba, menilai aktivitas perdagangan opsi yang sangat bullish turut menjadi pendorong utama penguatan saham SpaceX pada awal sesi.

Meski demikian, volatilitas juga terlihat tinggi. Setelah sempat menyentuh level US$225,64 per saham, SpaceX kehilangan sebagian besar penguatannya akibat aksi ambil untung yang terjadi menjelang penutupan pasar.

“Ini perusahaan dengan nilai lebih dari US$2,5 triliun, tetapi cara perdagangannya terasa seperti saham meme. Investor harus sangat berhati-hati menghadapi saham seperti ini,” kata Co-Head of Equity Trading Themis Trading, Joe Saluzzi.

Tingginya minat investor juga tercermin dari nilai transaksi harian saham SpaceX yang mencapai sekitar US$61 miliar, tertinggi di antara emiten besar yang tercatat di bursa Amerika Serikat.

Baca Juga: Saham Melonjak 14%, SpaceX Jadi Lima Perusahaan Paling Bernilai Dunia

Lonjakan tersebut terjadi ketika sektor teknologi secara umum justru melemah, dengan indeks semikonduktor turun 3% dan Nasdaq terkoreksi 0,5%.

Analis memperkirakan volatilitas saham SpaceX masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Selain karena jumlah saham yang beredar relatif terbatas dan valuasinya yang sangat tinggi, saham perusahaan juga akan segera masuk ke sejumlah indeks utama pasar saham.

SpaceX dijadwalkan masuk ke indeks Nasdaq 100 dalam waktu dekat, yang berpotensi memicu arus dana baru dari reksa dana pasif dan ETF yang mengikuti indeks tersebut.

Selain itu, FTSE Russell dan MSCI juga akan memasukkan saham SpaceX ke dalam indeks mereka masing-masing pada akhir Juni.

Prospek masuknya SpaceX ke berbagai indeks global diperkirakan menjadi katalis tambahan yang dapat menjaga minat investor terhadap saham perusahaan, meskipun valuasinya saat ini sudah melampaui sebagian besar raksasa teknologi dunia.

Baca Juga: Usai IPO, SpaceX Akuisisi Perusahaan Coding AI Senilai US$ 60 Miliar

Di sisi fundamental, SpaceX membukukan pendapatan US$18,67 miliar sepanjang tahun lalu. Namun, perusahaan masih mencatat rugi bersih US$4,94 miliar setelah merger dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk.

Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di atas Amazon dan mendekati Microsoft, perhatian investor selanjutnya tertuju pada apakah reli spektakuler SpaceX mampu berlanjut untuk mengejar Apple, Alphabet, dan Nvidia yang masing-masing masih memiliki valuasi di atas US$4 triliun.




TERBARU

[X]
×