kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.772   38,00   0,21%
  • IDX 6.245   -10,44   -0,17%
  • KOMPAS100 830   -0,74   -0,09%
  • LQ45 629   4,05   0,65%
  • ISSI 213   0,13   0,06%
  • IDX30 357   2,84   0,80%
  • IDXHIDIV20 438   3,20   0,74%
  • IDX80 94   0,42   0,45%
  • IDXV30 115   -0,48   -0,42%
  • IDXQ30 115   1,42   1,25%

Indeks Nikkei Menguat, Pasar Pertimbangkan Prospek Konflik Iran dan Keputusan The Fed


Rabu, 17 Juni 2026 / 09:53 WIB
Indeks Nikkei Menguat, Pasar Pertimbangkan Prospek Konflik Iran dan Keputusan The Fed
ILUSTRASI. Indeks Nikkei 225 tampil perkasa


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks saham Nikkei Jepang tampil perkasa karena investor mempertimbangkan prospek berakhirnya konflik Timur Tengah dan menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Rabu (17/6/2026), indeks Nikkei berhasil memulihkan pelemahan di awal perdagangan dan naik 0,6% menjadi 69.823,80. Sementara, indeks Topix yang lebih luas menguat 0,8% menjadi 4.024,25.

"Dengan pertemuan The Fed pada malam ini yang semakin dekat, tampaknya investor mengadopsi sikap yang agak 'lebih menunggu dan melihat'," kata Wataru Akiyama, seorang ahli strategi ekuitas di Nomura Securities. 

"Namun, fakta bahwa harga minyak mentah telah turun — seiring dengan stabilnya situasi di Timur Tengah — ini menjadi faktor positif bagi harga saham."

Baca Juga: Ekspor Jepang Melonjak 17% di Mei 2026, Disokong Pelemahan Yen dan Booming AI

Rincian kesepakatan sementara AS-Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah mulai terungkap, dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan itu akan mengesampingkan senjata nuklir bagi Teheran dan seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan Iran untuk menjual minyak setelah ditandatangani.

Harga minyak pun merosot sekitar 5% pada sesi sebelumnya ke level terendah dalam tiga bulan, sebelum pulih sebagian pada hari ini.

Pergerakan pasar tetap kuat, dengan 155 saham naik dan 68 saham turun di indeks Nikkei.

Saham-saham terkait AI yang telah menopang kenaikan Nikkei secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang kuat, dengan produsen peralatan inspeksi chip Lasertec melonjak 13,7% dan produsen komponen elektronik Murata Manufacturing naik 4,6%.

Perubahan persentase terbesar terjadi pada perusahaan teknologi SoftBank Group Corp, turun 3%, diikuti oleh perusahaan pelayaran Nippon Yusen, yang turun 2,5%.

Indeks Nikkei sempat melewati angka 70.000 untuk pertama kalinya pada hari Selasa (16/6/2026) setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga menjadi 1,00%, seperti yang diperkirakan secara luas.

Baca Juga: Salip Amazon, Kapitalisasi Pasar SpaceX Tembus US$ 2,65 Triliun

Investor akan mengamati dengan saksama komentar Ketua Fed baru Kevin Warsh tentang inflasi, pengangguran, dan prospek ekonomi pada konferensi pers pasca-Komite Pasar Terbuka Federal pertamanya nanti pada hari itu. Fed diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Sejumlah indikator ekonomi yang dirilis sebelumnya pada hari itu menunjukkan kinerja yang solid. Ekspor Jepang meningkat pada bulan Mei untuk bulan kesembilan berturut-turut, sementara pesanan mesin inti untuk bulan April melonjak 8,7% secara bulanan, jauh di atas prediksi median ekonom sebesar 0,9%.




TERBARU

[X]
×