kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dulu Jepang Paling Bagus, Kini Paling Jelek


Rabu, 18 Februari 2009 / 12:31 WIB
Dulu Jepang Paling Bagus, Kini Paling Jelek


Sumber: Bloomberg |

TOKYO. Perekonomian Jepang yang bulan Januari lalu sempat membukukan perekonomian yang paling bagus di antara negara-negara maju di dunia, kini telah menjadi yang paling buruk.

Gross domestic product (GDP) tahunan telah terjungkal sebesar 12,7% pada kuartal terakhir tahun lalu. Penyusutan ini menjadi yang paling mengerikan sejak krisis minyak mentah di tahun 1974. lebih dari itu, kemerosotan ini dua kali lebih besar dibandingkan AS dan Eropa.

Krisis kredit memang melumpuhkan sistem finansial AS sekaligus mengganjal pertumbuhan Jepang antara 2002-2007; yaitu, pengeluaran konsumen AS yang menjadi bubble dan murahnya yen terhadap dolar AS.

Kecepatan dari kerusakan sistem finansial ini juga menghantam perusahaan-perusahaan di Jepang. Lihat saja, bulan ini Toyota Motor Corp. memprediksikan bakal merugi 450 miliar yen atau ekuivalen dengan US$ 4,9 miliar. Bulan November lalu, mereka malah telah memprediksikan bakal kehilangan 550 miliar yen.

"Kami pikir ini menjadi penurunan siklikal untuk perekonomian Jepang," kata Glenn Maguire, Chief Asia Economist untuk Societe Generale SA di Hong Kong.

Pemerintah Jepang kini harus berjuang untuk berjibaku dengan ktisis perekonomian. Apalagi, bulan lalu International Monetary Fund telah memprediksikan perekonomian Negeri Shincan ini akan terjungkal 2,6% pada tahun 2009, versus penyusutan sebesar 1,6% dan 2% di AS dan Eropa.




TERBARU

[X]
×