kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.755   -36,00   -0,21%
  • IDX 8.556   -424,45   -4,73%
  • KOMPAS100 1.181   -58,50   -4,72%
  • LQ45 838   -38,40   -4,38%
  • ISSI 312   -18,75   -5,67%
  • IDX30 432   -12,56   -2,83%
  • IDXHIDIV20 508   -10,83   -2,09%
  • IDX80 131   -6,83   -4,96%
  • IDXV30 140   -3,37   -2,34%
  • IDXQ30 139   -3,46   -2,43%

Dunia Dagang Bergeser: AS Terpinggirkan dari Mega Kesepakatan Baru?


Rabu, 28 Januari 2026 / 06:22 WIB
Dunia Dagang Bergeser: AS Terpinggirkan dari Mega Kesepakatan Baru?
ILUSTRASI. Kesepakatan dagang India-Eropa yang libatkan 2 miliar orang menjadi sinyal kuat. AS kini terpinggirkan dari aliansi global? (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kesepakatan antara Eropa dan India yang diumumkan pekan ini langsung dipandang sebagai sinyal keras bagi Gedung Putih, sekaligus berpotensi membawa dampak besar bagi perdagangan kedua kawasan.

India sepakat membuka pasar otomotifnya bagi mobil-mobil Eropa. Kedua pihak juga setuju menghapus atau memangkas tarif atas lebih dari 95% volume perdagangan mereka. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut perjanjian ini sebagai “kesepakatan perdagangan bebas terbesar dan paling bersejarah” bagi negaranya.

Dalam analisisnya, Capital Economics menilai dampak kesepakatan ini sangat luas dan tidak boleh diremehkan. Ini merupakan perjanjian dagang keempat India dalam beberapa bulan terakhir.

Meski sejumlah komoditas tetap dikecualikan, berbagai sektor, mulai dari tekstil hingga kimia, diperkirakan akan segera merasakan manfaat jika perjanjian ini diberlakukan. Dalam jangka menengah, kesepakatan ini dinilai dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Sebaliknya, AS saat ini masih mengenakan tarif hingga 50% terhadap banyak produk asal India, seiring negosiasi dagang kedua negara yang mandek.

Tonton: Tak Hanya Soal Independensi, BI Dihadapkan Tekanan Rupiah hingga Arah Suku Bunga

Hambatan di Front Dagang Lain

Upaya penataan ulang perdagangan global juga menghadapi banyak ganjalan. Kesepakatan bersejarah antara Eropa dan blok dagang Amerika Selatan Mercosur, yang telah dinegosiasikan selama puluhan tahun, memang mencatat terobosan awal bulan ini.

Perjanjian tersebut bertujuan menghubungkan Eropa dengan empat negara Amerika Latin dalam zona perdagangan yang mencakup lebih dari 700 juta penduduk. Namun, Parlemen Eropa pekan lalu memutuskan membawa kesepakatan itu ke Mahkamah Eropa, langkah yang berpotensi menunda implementasi selama bertahun-tahun.

Komisi Eropa memperingatkan, penundaan ini bisa mengancam reputasi Eropa sebagai mitra dagang yang andal dan dapat diprediksi.

Kesepakatan Eropa–India juga akan menghadapi proses pemungutan suara serupa dalam beberapa pekan ke depan. Namun Capital Economics menilai peluang ratifikasi lebih besar karena isu sensitif secara politik, seperti pertanian, sengaja dikeluarkan dari perundingan.

Sementara itu, kesepakatan dagang terbatas antara Kanada dan China untuk memangkas tarif kendaraan listrik dan minyak kanola juga menjadi terobosan penting. Meski begitu, AS tetap menjadi mitra dagang terbesar Kanada.

Ancaman keras dari Gedung Putih membuat Perdana Menteri Kanada Mark Carney segera meredam spekulasi. Setelah Trump mengancam tarif hingga 100% jika Kanada memperluas kerja sama dengan China, Carney menegaskan tidak berniat meneken perjanjian dagang bebas yang lebih luas. Ia menyebut kesepakatan terbaru itu hanya bertujuan “memperbaiki sejumlah masalah yang muncul dalam beberapa tahun terakhir”.

Trump sendiri belum memberikan respons langsung terhadap kesepakatan Eropa–India. Namun dalam beberapa bulan terakhir, ia kerap melontarkan ancaman tarif yang semakin sering diabaikan oleh pasar.

Selain Kanada dan Korea Selatan, Trump juga sempat mengancam tarif baru terkait Iran dan Greenland. Namun hingga kini, sebagian besar ancaman tersebut belum direalisasikan. Bahkan ancaman terkait Greenland telah resmi dicabut.

Analisis Bloomberg Economics terhadap 49 ancaman tarif yang dilontarkan Trump sejak memenangkan pemilu menunjukkan, hanya sekitar satu dari empat ancaman yang benar-benar dijalankan.

Selanjutnya: Samsung Galaxy S26 Ultra: Upgrade Terbaik dari Samsung S22, Ini Keunggulannya

Menarik Dibaca: Samsung Galaxy S26 Ultra: Upgrade Terbaik dari Samsung S22, Ini Keunggulannya




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×