kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

ECB memperkirakan ekonomi zona Euro akan kontraksi hingga 2022


Jumat, 01 Mei 2020 / 16:01 WIB
ECB memperkirakan ekonomi zona Euro akan kontraksi hingga 2022
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The logo of the European Central Bank (ECB) is pictured outside its headquarters in Frankfurt, Germany, April 26, 2018. REUTERS/Kai Pfaffenbach/File Photo


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) mengatakan produk domestik bruto (PDB) kawasan Euro bisa berkontraksi lebih dari 12% tahun ini. Langkah-langkah untuk membendung penyebaran pandemi virus corona menjadi penyebab utama. 

"PDB riil Eropa diperkirakan turun tajam dalam jangka pendek, sementara langkah-langkah pengendalian yang efektif akan sangat penting untuk memastikan pemulihan," kata ECB dalam pra-rilis Buletin Ekonomi Mei yang diterbitkan pada Jumat seperti dikutip Bloomberg

Dalam rilis, ECB menyebut, PDB riil dapat anjlok sekitar 5%, 8% dan 12% dengan skenario kondisi ringan, sedang dan berat, pada tahun 2020. Angka tahunan pertumbuhan PDB riil triwulanan mencapai level terendah sekitar -15% pada kuartal kedua 2020, diikuti pemulihan berlarut-larut dan tidak lengkap. 

Baca Juga: ECB akan mengguyur dana €1 triliun tahun ini demi membendung efek virus corona

Ini memerlukan tingkat pertumbuhan triwulanan sekitar 6% dan 3%, pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2020. Karena langkah-langkah pengendalian memungkinkan normalisasi bertahap kegiatan ekonomi.

Pada tahun 2021, PDB riil Eropa diperkirakan meningkat 6%, 5% dan 4% dengan skenario ringan, sedang dan parah. Di bawah skenario yang parah, khususnya, PDB riil diperkirakan akan tetap jauh di bawah level yang diamati pada akhir 2019 hingga akhir 2022. 




TERBARU

[X]
×