kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

ECB : Tak ada pertolongan eksternal bagi negara boros


Jumat, 16 Desember 2011 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.


Reporter: Dyah Megasari,

BERLIN. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menegaskan, tak akan ada penyelamatan eksternal bagi negara-negara yang tidak menerapkan reformasi struktural untuk memulihkan kepercayaan investor di pasar uang.

"Tak ada juru selamat bagi mereka. Saya tidak akan pernah bosan menekankan bahwa penyembuhan krisis datang dari internal negara," tegas Draghi yang baru dua bulan menjabat sebagai Presiden ECB.

ECB memutuskan mengintervensi pasar obligasi Italia dan Spanyol setelah keduanya sepakat menerapkan langkah-langkah penghematan untuk menggenjot penerimaan. Ia memastikan, program pembelian obligasi oleh ECB tidak bersifat selamanya atau terbatas.

Draghi yakin, kontraksi jangka pendek di Eropa bisa segera teratasi oleh kembalinya kepercayaan investor jika pemerintah tiap negara menerapkan penghematan secara konsolidasi.

Ia mengingatkan, sektor keuangan akan merasakan guncangan krisis dalam hitungan beberapa bulan ke depan. Akses likuiditas bisa mengering tiba-tiba. Oleh sebab itu, perbankan wajib meningkatkan rasio kesehatan bank.

"Rencana penguatan modal merupakan upaya untuk memperkuat posisi mereka di pasar keuangan. Tapi hal itu bukan proses yang mudah," ujarnya. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan perbankan. Di antaranya adalah menjual aset yang dinilai tak terlalu produktif dan membatasi pemberian kredit ke sektor riil meski ekonomi bertambah buruk.

"Bank harus berani menahan dividen dan kompensasi ad hoc untuk memperkuat bantalan," tandas Draghi.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×