kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Efek tekanan pemerintah China, Alibaba melaporkan kerugian operasi


Kamis, 13 Mei 2021 / 20:46 WIB
Efek tekanan pemerintah China, Alibaba melaporkan kerugian operasi
ILUSTRASI. A logo of Alibaba Group is seen at the company's headquarters in Hangzhou, Zhejiang province, China, November 18, 2019. REUTERS/Aly Song/File Photo

Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Efek tekanan pemerintah China ke Alibaba mulai terlihat. Platform e-commerce top asal China ini pada hari Kamis (13/5) melaporkan kerugian operasional kuartalan pertamanya sejak mereka IPO tahun 2014. 

Alibaba memperkirakan pendapatan tahunan menjadi 930 miliar yuan (US$ 144,12 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2022, di atas perkiraan rata-rata analis sebesar 928,25 miliar yuan.

Ini membukukan kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa sebesar 5,48 miliar yuan, atau 1,99 per saham. 

Sahamnya yang terdaftar di AS turun lebih dari 3% dalam perdagangan pra-pasar yang bergejolak. Padahal Alibaba memperkirakan pendapatan tahun 2022 di atas ekspektasi pasar, bertaruh bahwa peralihan yang didorong pandemi ke belanja online akan tetap tangguh.

Prospek Alibaba kedepannya memang dibayangi oleh tindakan keras pemerintah China yang sempat penangguhan IPO US$ 37 miliar dari afiliasinya Ant Group dan putusan denda US$ 2,8 miliar untuk praktik bisnis anti-persaingan.


Tag


TERBARU

[X]
×