kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Efisiensi, Nissan pangkas biaya tahunan hingga US$ 2,8 miliar


Rabu, 13 Mei 2020 / 13:50 WIB
Efisiensi, Nissan pangkas biaya tahunan hingga US$ 2,8 miliar
ILUSTRASI. A 2020 Nissan Leaf electric vehicle is displayed at the Canadian International Auto Show in Toronto, Ontario, Canada February 18, 2020. REUTERS/Chris Helgren

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Nissan Motor Co berencana memotong biaya tahunan hingga US$ 2,8 miliar sebagai bagian dari rencana restrukturisasi. Seperti dikutip Bloomberg, Rabu (13/05), Nissan tengah bersiap menghadapi penurunan penjualan yang dapat mempersulit pemulihan bisnis dari tahun karena mencatat profitabilitas buruk. 

Setelah tiga tahun laba merosot, Nissan akan mengumumkan rencana restrukturisasi pada 28 Mei. Upaya terbaru dengan memangkas biaya, setelah strategi penjualan agresif untuk mengejar pangsa pasar tidak membuahkan hasil. Pembuat mobil Jepang ini berencana untuk memangkas biaya tetap di bidang pemasaran dan penelitian. 

Sebagian besar produsen mobil bersiap menghadapi hantaman laba karena korona. Tetapi penjualan dan laba Nissan turun bahkan sebelum pecahnya wabah. Tetapi penjualan dan laba Nissan turun bahkan sebelum pecahnya wabah. Ini memaksa Nissan untuk membatalkan rencana ekspansi agresif yang dilakukan oleh pemimpin terguling Carlos Ghosn.

Baca Juga: Nissan tutup pusat produksi global di Jepang hingga 10 Mei

Penghapusan merek Datsun secara bertahap dan menutup jalur produksi kendaraan tambahan di antara langkah yang dipertimbangkan dalam resturkturisasi.

Sejak Ghosn ditangkap di Jepang atas tuduhan kesalahan keuangan pada tahun 2018, Nissan telah berjuang untuk membalikkan strategi pertumbuhan agresif pemimpinnya yang digulingkan. Ghosn telah meninggalkan perusahaan dengan memproduksi merek murah dan pabrik kendaraan yang kurang dimanfaatkan yang telah menguras keuangannya.

Reuters telah melaporkan bahwa Nissan telah mengakui bahwa pihaknya harus membuat mobil yang lebih kecil dan lebih efisien. Ini bertujuan untuk memulihkan penjualan di diler dan memperbarui produk untuk mendapatkan kembali profitabilitas.



TERBARU

[X]
×