kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 4,9% pada Kuartal IV, Didorong Nonmigas dan Produksi Minyak


Senin, 02 Februari 2026 / 16:59 WIB
Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 4,9% pada Kuartal IV, Didorong Nonmigas dan Produksi Minyak
ILUSTRASI. Arab Saudi (Dok./Google Maps)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - ABU DHABI. Perekonomian Arab Saudi tumbuh 4,9% secara tahunan pada kuartal keempat 2025, berdasarkan estimasi pemerintah. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja kuat sektor nonmigas serta peningkatan produksi minyak.

Pertumbuhan sektor terkait minyak melonjak 10,4% pada kuartal tersebut seiring peningkatan output pada paruh kedua tahun ini. Sementara itu, aktivitas nonmigas mencatat pertumbuhan sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, produk domestik bruto (PDB) riil Arab Saudi tumbuh 4,5% sepanjang 2025, menurut estimasi awal lembaga statistik pemerintah. Dalam periode tersebut, aktivitas migas meningkat 5,6%, sedangkan sektor nonmigas tumbuh 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: India Jajaki Integrasi UPI dengan Alipay+ untuk Transaksi Lintas Negara

Setelah selama beberapa tahun membatasi produksi minyak guna menopang pasar global, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia dan anggota utama kelompok OPEC+ bersama Rusia mulai melonggarkan pembatasan produksi sejak April lalu.

Kerajaan tersebut juga telah memasuki fase ketiga dari rencana transformasi ekonominya, Vision 2030, yang menekankan pelaksanaan proyek-proyek ambisius serta strategi untuk memperluas peran sektor swasta dan mengembangkan sektor nonmigas seperti pariwisata, kecerdasan buatan (AI), dan manufaktur.

Sebagai bagian dari penyesuaian prioritas, pemerintah Arab Saudi mulai mengalihkan fokus dari belanja besar pada proyek futuristik seperti The Line di NEOM ke inisiatif yang dinilai lebih mendesak dan berpotensi menghasilkan keuntungan, sambil mempertimbangkan meningkatnya tekanan fiskal.

“Masih ada pertanyaan mengenai seberapa lama Arab Saudi dapat mempertahankan laju pertumbuhan ini seiring peninjauan kembali prioritas belanja pada awal tahun,” ujar Daniel Richards, ekonom senior di Emirates NBD, dalam sebuah catatan.

“Namun dalam jangka pendek, kami percaya bahwa skala rencana belanja Arab Saudi masih cukup untuk mempertahankan pertumbuhan yang kuat,” tambahnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6 % pada 2026.

Selanjutnya: Tertinggi Sepanjang Sejarah! Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus 518.000 Unit

Menarik Dibaca: Memahami Strategi Transaksi Saham: Swing Trading untuk Investor Pemula




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×