kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ekonomi China bakal menyundul level 8%


Senin, 28 Januari 2013 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah DPLK BNI ./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/11/2020.


Sumber: CNN Money |

DAVOS. Perekonomian China diyakini tumbuh lebih kuat di tahun ini seiring dengan tekanan inflasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Bank Sentral China.

"Saya yakin tingkat pertumbuhan China menjadi sekitar 8% tahun ini," ujar Yi Gang dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Berdasarkan hitungannya, inflasi harga konsumen bisa mencapai 3% atau sedikit lebih tinggi.

Perekonomian terbesar kedua di dunia itu tumbuh sebesar 7,8% tahun lalu, jauh di bawah pertumbuhan rata-rata dalam tiga dekade terakhir yang menyentuh 10%. Namun pencapaian 2011 tersebut jauh lebih baik dari prediksi pemerintah dan analis yang menempatkan target di 7,5%.

Angka tahunan didorong oleh pemulihan produksi industri dan ekspor pada kuartal keempat, yang tumbuh 7,9%. Ekonom memperkirakan pemulihan tahun ini berjalan lambat tapi jauh lebih stabil.

Perlu diketahui, inflasi China naik menjadi 2,5% pada Desember 2012 dari posisi November yang sebesar 2%. Beijing berusaha keras menyeimbangkan ekonominya dengan krisis global dengan cara menggenjot konsumsi domestik.

Bank Sentral menilai, sektor domestik memegang peranan yang kuat untuk menyokong pertumbuhan ekonomi China.




TERBARU

[X]
×