kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonomi China bakal menyundul level 8%


Senin, 28 Januari 2013 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah DPLK BNI ./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/11/2020.


Sumber: CNN Money |

DAVOS. Perekonomian China diyakini tumbuh lebih kuat di tahun ini seiring dengan tekanan inflasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Bank Sentral China.

"Saya yakin tingkat pertumbuhan China menjadi sekitar 8% tahun ini," ujar Yi Gang dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Berdasarkan hitungannya, inflasi harga konsumen bisa mencapai 3% atau sedikit lebih tinggi.

Perekonomian terbesar kedua di dunia itu tumbuh sebesar 7,8% tahun lalu, jauh di bawah pertumbuhan rata-rata dalam tiga dekade terakhir yang menyentuh 10%. Namun pencapaian 2011 tersebut jauh lebih baik dari prediksi pemerintah dan analis yang menempatkan target di 7,5%.

Angka tahunan didorong oleh pemulihan produksi industri dan ekspor pada kuartal keempat, yang tumbuh 7,9%. Ekonom memperkirakan pemulihan tahun ini berjalan lambat tapi jauh lebih stabil.

Perlu diketahui, inflasi China naik menjadi 2,5% pada Desember 2012 dari posisi November yang sebesar 2%. Beijing berusaha keras menyeimbangkan ekonominya dengan krisis global dengan cara menggenjot konsumsi domestik.

Bank Sentral menilai, sektor domestik memegang peranan yang kuat untuk menyokong pertumbuhan ekonomi China.




TERBARU

[X]
×